AYOJAKARTA.COM - Menjaga kesehatan tubuh dan pikiran salah satunya olahraga, baik fisik maupun psikis.
Salah satunya dengan latihan mengasah otak agar tetap aktif sekaligus mengukur kemampuan analisa dalam sebuah situasi
Perhatikan gambar di atas, tampak ibu guru sedang mencari siapa yang menggambar wajahnya di papan tulis.
Menjawab tantangan ini tidak rumit, perhatikan masing-masing orang yang ada dalam gambar.
Pandangan bu guru mengarah pada siapa, bisakah dijadikan tolok ukur sebagai objek yang dimaksud?
Jika belum kuat, amati orang berbaju kuning. Bagaimana ekspresi raut mukanya, apakah ada ketakutan?
Lanjutkan kemampuan analisa pada orang yang berbaju biru di sampingnya dengan pengamatan wajah.
Baca Juga: Tes Penglihatan: Uji Kemampuan Analisa Kamu, Coba Temukan Buah Jambu pada Buah Semangka Ini
Seandainya ingin meyakinkan maka analisa orang keempat yaitu yang berbaju merah, bagaimana ekspresi wajahnya?
Benarkah tampak ketakutan menghadapi wajah bu guru di depannya, bisa menjadi satu indikator bahwa dialah yang melakukan.
Namun, alasan ini apakah cukup kuat. Bukankah seseorang bisa saja bermain peran dengan membuat ekspresi wajah yang menipu?
Lalu indikator apa lagi untuk menemukan siapa yang menggambar wajah bu guru di papan tulis?
Selain menggunakan raut wajah ternyata tinggi badan bisa dijadikan sebagai alat bukti dalam kemampuan analisa.
Bandingkan tinggi badan masing-masing orang dengan ketinggian gambar di papan tulis.
Yes!
Hanya orang tinggi yang bisa melakukannya, karena dalam gambar tidak ada petunjuk alat untuk memanjat.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Siapa Sosok yang Kamu Tolong Lebih Dulu? Jawabanmu Ungkap Sisi Positifmu!
Inilah jawaban sosok yang menggambar wajah guru di papan tulis, kemampuan analisa yang tepat dalam mengasah otak.
Pelakunya adalah orang yang berbaju merah, karena kedua temannya tidak mampu menjangkau tingi gambar di papan tulis.
Bagaimana apakah jawabanmu sudah tepat sesuai analisa?
Nantikan tantangan berikutnya.***

Share this article
Latihan mengasah otak kali ini menemukan siapa yang menggambar di papan tulis sebagai bukti memiliki kemampuan analisa.