AYOJAKARTA.COM - Ada sejumlah fakta mengejutkan secara psikologi untuk penyuka masakan atau makanan pedas.
Bagi pecinta makanan atau masakan pedas, tahukah kamu kalau ada fakta psikologi yang tersembunyi?
Makanan pedas tidak hanya menambah rasa dalam setiap sajian atau bisa membantu meredakan flu.
Tidak hanya dari segi kesehatan, makanan pedas juga memberikan manfaat secara psikolog.
Berikut ini fakta psikologi bagi penyuka makanan dan masakan pedas yang dilansir Ayojakarta.com dari Instagram @psytalkindonesia, Senin 16 September 2024.
1. MENINGKATKAN PRODUKSI ENDORFIN
Baca Juga: CATAT! Ini Tips dan Trik Mengerjakan Soal TWK CPNS 2024
Saat kamu makan makanan pedas, tubuh akan melepaskan endorfin atau yang dikenal dengan hormon kebahagiaan.
Hormon ini dapat membantu seseorang dalam meredakan stres dan meningkatkan suasana hati.
2. SENSASI 'RUNNER'S HIGH'
Rasa pedas dalam makanan dapat merangsang pelepasan adrenalin.
Termasuk memberikan sensasi euforia yang mirip dengan yang dirasakan oleh pelari ketika berolahraga berat.
Ini juga bisa membantumu untuk merasa lebih energik dan bersemangat.
Baca Juga: H-2 Pendaftaran KJP Plus Tahap II, Peserta Didik Segera Cek Jadwal dan Syarat Lengkapnya di Sini
3. MENGURANGI RESIKO DEPRESI
Penelitian menunjukkan, makanan pedas dapat membantu mengurangi risiko depresi.
Dengan meningkatkan produk neurotransmitter seperti serotonin yang berperan penting dalam mengatur suasana hati.
Itu tadi 3 fakta psikologis bagi penyuka makanan dan masakan pedas.***
Baca Juga: Tes SKD Bikin Panik? Tenang, Ini 5 Tips Jitu Taklukkan SKD CPNS 2024 agar Dapat Nilai Tinggi

Share this article
Apakah kamu termasuk seseorang yang menyukai pedas? Simak tiga fakta psikologis penyuka makanan pedas berikut.