AYOJAKARTA.COM —Pernahkah kamu mendengar istilah over sharing? Atau pernahkah kamu melakukan over explaining?
Over explaining merupakan sebuah kondisi di mana seseorang suka menjelaskan sesuatu secara berlebihan.
Hal ini terjadi karena adanya perasaan takut tidak didengar, tidak dimaafkan hingga takut untuk tidak dipercaya.
Ada banyak penyebab yang membuat seseorang melakukan over explaining, mulai dari omongan yang sering dibantah dan tidak pernah didengar atau selalu disalahkan.
Selain itu, seseorang yang melakukan over explaining juga pernah berulang kali dikecewakan dan pernah melakukan kesalahan fatal yang menimbulkan masalah besar dengan orang lain.
Over explaining ini biasanya sering terjadi pada mereka yang memiliki trauma di masa lalu.
Ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa seseorang melakukan over explaining karena trauma.
Lantas, apa saja sih tanda orang yang suka over explaining karena trauma di masa lalu?
Dikutip dari akun Instagram @mudahbergaul, berikut ini 3 tanda orang yang suka over explaining karena trauma di masa lalu.
Baca Juga: Tes Psikologi: Gambar Mana yang Mewakili Kondisi Saat Ini? Pilihanmu Ungkap Trauma Masa Kecilmu
1. Berlebihan saat menjelaskan sesuatu
Tanda orang yang suka over explaining karena trauma di masa lalu yang pertama yaitu mereka selalu berlebihan saat menjelaskan sesuatu.
Mereka seringkali suka memberikan informasi pribadi yang seharusnya tidak diketahui oleh orang lain.
Saat mereka membuat kesalahan maka mereka akan panik dan cenderung heboh sendiri untuk menjelaskan semuanya agar orang lain bisa memaafkan.
2. Takut dan gelisah jika tidak memberi penjelasan
Tanda orang yang suka over explaining karena trauma yang kedua yaitu adanya perasaan takut dan gelisah jika tidak memberikan penjelasan.
Saat kamu mereka tidak memberikan penjelasan, maka ia akan takut orang lain marah, kecewa dan tidak memaafkan.
Rasa takut ini bisa menjadi penyebab seseorang mudah panik dan heboh saat berusaha menjelaskan sesuatu.
3. Mencari validasi
Tanda orang yang suka over explaining karena trauma yang selanjutnya yaitu mereka selalu mencari validasi.
Mereka selalu berusaha menjelaskan sesuatu sedetail mungkin agar orang lain bisa mendengarkan, memaafkan, kasihan hingga memuji dirinya.
Hal ini merupakan efek dari trauma di masa lalu yang tidak pernah didengarkan atau tidak pernah diapresiasi.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi over explaining ini, mulai dari memilih mana yang sekiranya bisa diceritakan dan mana yang sebaiknya disimpan sendiri.
Selain itu, over explaining juga bisa diatasi dengan menyadari bahwa tidak semua hal tentang hidupmu harus diberitahu pada orang lain.
Itulah tanda orang yang suka over explaining karena trauma di masa lalu.***

Share this article
Ada banyak penyebab yang membuat seseorang melakukan over explaining, mulai dari omongan yang sering dibantah.