AYOJAKARTA.COM - Banyak masyarakat yang beranggapan bahwa mi instan berbahaya untuk kesehatan tubuh sampai saat ini. Apalagi, jika mi instan tersebut dikonsumsi dalam jangka panjang.
Mi instan sendiri adalah makanan yang paling sering dikonsumsi oleh masyarakat. Mi instan juga sangat populer di masyarakat Indonesia khususnya anak kos.
Mi instan memiliki penggemar dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Lalu, apakah benar mi instan tersebut bahaya?
Baru-baru ini, alih-alih mengatakan bahaya dr. Tirta justru menyampaikan bahwa mi instan tersebut tidak ada apapun yang ada hanya tidak mempunyai gizi sama sekali hanya membuat kenyang.
“Nah, mi instan itu kalau enggak ada apapun dia cuma nggak ada gizinya isinya jadi cuma membuat kenyang cuma membuat kenyang tapi tidak ada gizinya selain sebagai sumber energi bersih di situ ya” ucap dr Tirta, dikutip Ayojakarta.com dari instagram @kepoin_trending, pada Selasa, 24 September 2024.
Baca Juga: Tes SKD Semakin Dekat! Ini Dia 5 Indikator Bela Negara yang Sering Keluar di TWK CPNS 2024
Ia juga mengatakan jika mi instan dikasih telur dan sayuran itu justru ada gizinya. Jika mi instan saja tidak ada gizinya.
“Nah, sekarang gue tanya kalau mi instan ditambah dengan sawi dan ditambah dengan 2 telur ada gizinya enggak? Ada” ujarnya.
dr. Tirta menjelaskan bahayanya mi instan dimana? Mi instan cuman tidak ada gizinya selain karbo atau energi. Kebanyakan orang makan mi instan tidak menggunakan lauk yang penting ia kenyang.
“Makanya aku bilang minta tuh bahaya nggak jawab bahayanya apa kalau dia cuma makan mi instan itu bukan bahaya tapi tidak ada gizinya selain karbo atau energi” katanya.
“Nah, orang yang makan mi instan ini dia tidak menggunakan lauk yang penting kenyang” lanjutnya.
Namun, jika kamu selama sehari makan 10 mi instan itu akan menyebabkan tensi naik.
“Selama 10 tahun dengan sehari 10 mistar dia pensiun akan naik sistole, kuat kamu makan mi instan sehari 10 selama 10 tahun?” ujar dr Tirta.
Menurutnya, mi instan jika dimakan dengan sayur, telur, daging ada gizinya dan akan mengurangi efek pengawetnya, jika dimakan mi instan saja tidak ada gizinya.
“Jika mi instan Dimakan menggunakan sayur, telur, daging ada isinya lah, ya udah itu maksudku. Jadi mi instan itu jika dicampur menggunakan sayur dan menggunakan daging atau telur rebus 2 itu mengurangi efek dari pengawetnya” ujarnya.
“Yang jadi masalah aku bisa jawab, mi instan dia bukan berbahaya, tapi nggak ada gizinya, kalau mi instan, tok!” katanya.
Ketika ditanya mi instan dicerna di usus 2 hari baru keluar, apakah benar? dr. Tirta menjawab usus tidak sebego itu.
“Nggak setolol itu. Usus tidak sego itu bisa milih mi, oke” tutupnya.
Melihat postingan video dr Tirta terkait mi instan tersebut, netizen langsung menanggapinya dengan berbagai tanggapan.
“Di simak baik baik ... mi instan kl makan nya + sayur dan protein rapopo” ucap @bebby***.
“Faktanya ponakan aku dr lahir sampai mau nikah skrg makan utamanya mi instan karna pobia nasi alhamdulillah aman2 saja” kata @susi****.
“Jadilah lebih cerdas” tulis @rian****.
“Setuju sih,, asal gak berlebihan aja gak masalah” ucap @tenri***.
Share this article
Mi instan memiliki penggemar dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak sampai orang dewasa. Lalu, apakah benar mi instan tersebut bahaya?