AYOJAKARTA.COM – Trauma merupakan suatu kondisi psikologis akibat suatu peristiwa atau kejadian tidak terduga yang dialami seseorang baik langsung atau tidak langsung.
Meski sering terlihat baik-baik saja di permukaan, individu yang sedang mengalami kondisi trauma seringkali menghadapi badai besar di dalam dirinya.
Karena cenderung tidak kasat mata, individu dengan kondisi luka trauma di dalam diri akan sering menampakkan sikap-sikap tidak wajar atau biasa di kemudian hari.
Mengingat dampaknya yang sangat besar bagi kehidupan pribadi seseorang, penting bagi siapapun untuk memahami potensi akibat luka trauma:
Dampak dari 'Luka' karena Trauma
1. Kecenderungan Perfeksionis
Potensi pertama yang ditimbulkan dari individu dengan kondisi luka trauma adalah kecenderungan menjadi perfeksionis.
Keinginan untuk selalu terlihat dan terkesan sempurna di mata orang lain, membuat individu dengan luka trauma takut melakukan kesalahan.
Dalam perilaku yang lebih berkembang atau terlalu lama dibiarkan, pemikiran takut salah membuat individu dengan luka trauma menjadi pribadi egois atau bahkan superior.
2. Perasaan Minder
Dampak selanjutnya akibat kondisi luka trauma yang dialami oleh seseorang adalah perasaan minder karena cenderung menganggap diri berbeda atau tidak normal.
Individu yang memiliki atau masih menyimpan pengalaman trauma dalam hidup, juga akan cenderung merasa bersalah untuk mengungkapkan kondisi diri.
Tekanan emosi yang tidak kunjung berhenti akibat pengalaman trauma, membuat individu menjadi sukar atau kesulitan menerima dukungan atau dihantui rasa tidak pantas bahagia.
Akibatnya, tekanan emosi di dalam diri akan membuat individu dengan luka trauma akan bertindak seolah-olah menjadi pahlawan meski hal itu berarti mengorbankan harga diri.
3. Sulit Menghadapi Masalah secara Dewasa
Dampak berikutnya dari individu dengan kondisi luka trauma yang masih belum pulih adalah menjadi sangat kekanak-kanakan saat berkonflik.
Meski secara biologis individu sudah termasuk kategori dewasa atau bahkan tua, ketidak seimbangan emosional membuat individu dengan luka trauma menjadi seperti anak-anak.
Selain kecenderungan memaksakan kehendak saat tidak mendapat apa yang diinginkan, individu dengan kondisi luka trauma juga bisa merajuk atau tantrum dengan perilakunya.
Sebagaimana anak kecil saat menghadapi konflik, individu dengan kondisi luka trauma dalam diri juga akan cenderung meminta bantuan atau dukungan dari teman atau keluarga.
Situasi yang terus berjalan tanpa ada perubahan atau perbaikan, akan membuat individu dengan luka trauma merasa tidak layak hidup.
Karena dampak jangka panjang yang bisa menghancurkan masa depan, penting bagi siapapun memastikan kondisi diri setiap kali mengalami peristiwa tidak terduga.
Salah satu cara memastikan kesehatan mental adalah dengan mulai bercerita secara jujur dan terbuka tentang diri sendiri kepada Ahli. ***

Share this article
Trauma merupakan suatu kondisi psikologis akibat suatu peristiwa atau kejadian tidak terduga yang dialami seseorang baik langsung atau tidak