Sering Terlihat di Meja Penjual Takjil selama Ramadhan atau Hari Istimewa, Begini Nilai Filosofis dari Ketan

Bukan saja terlihat saat Ramadhan, menu Ketan sering terlihat dalam perayaan bahkan selamatan.
Bukan saja terlihat saat Ramadhan, menu Ketan sering terlihat dalam perayaan bahkan selamatan.

AYOJAKARTA.COM -- Salah satu menu khas hidangan masyarakat Nusantara saat menggelar perayaan adat, selamatan hingga ritual keagamaan seperti puasa Ramadhan adalah Ketan.

Terbuat dari beras Ketan yang ditumbuk, keberadaan Ketan dalam acara khusus tertentu seperti awal dan akhir Ramadhan menjadi salah satu syarat tidak tertulis.

Bukan saja terlihat saat Ramadhan, menu Ketan sering terlihat dalam perayaan seperti pertunangan, pernikahan, kerja bakti bahkan selamatan.

Baca Juga: Menu Buka Puasa Sederhana: Sosis Gulung Mi dan Es Buko Pandan, Takjil Gurih dan Segar Pelepas Dahaga

Bagi masyarakat Nusantara, olahan Ketan yang ditumbuk hingga sehalus mungkin akan semakin meningkatkan kualitas hasil panganan.

Meski hasil olahan Ketan dapat berupa Uli, Rondo Royal atau Ketan dengan taburan Serundeng, Ketan ternyata menyimpan nilai filosofis yang di luar dugaan.

Ketan, menurut kebanyakan masyarakat Nusantara memiliki nilai Yen wis RaKET, ojo nganti ngulon-ngeTAN yang secara tekstual berarti jika sudah Dekat jangan ke Barat-Timur.

Mengacu pada epistemologis tersebut, Ketan secara lebih mendalam memiliki makna sebagai pemersatu yang berfungsi untuk saling merekatkan suatu hubungan.

Baca Juga: Menu Takjil Favorit Setiap Buka Puasa, Begini Makna Tersembunyi dari Kuliner Ramadhan Kolak

Agar kualitas dari hubungan dapat semakin langgeng, siapapun yang terlibat dalam suatu jalinan relasi baik individu atau sosial agar tidak bersikap Plin-Plan.

Kata Ngulon-Ngetan atau Barat-Timur yang diterjemahkan sebagai Plin-Plan alias inkonsistensi, menggambarkan pentingnya bersikap jujur dalam hubungan.

Dengan adanya menu Ketan pada setiap momen perayaan tertentu, hal tersebut menjadi isyarat agar generasi penerus bersikap setia pada jalinan silaturahmi.

Kata Plin-Plan dapat juga diartikulasikan dengan melakukan perbandingan-perbandingan yang menyebabkan potensi perpecahan terjadi dalam sebuah hubungan.

Baca Juga: Rekomendasi Tempat Berburu Takjil di Jakarta saat Ramadhan, dari Benhil hingga Masjid Istiqlal

Disadari atau tidak, salah satu akar persoalan yang banyak menyebabkan terjadinya perselisihan dalam sebuah hubungan adalah karena minimnya Ketan atau Nilai Perekat.

Melalui berbagai jenis menu panganan yang terbuat dari bahan dasar Ketan, secara implisit leluhur Nusantara sedang mengingatkan pentingnya kembali ke akar budaya.

Untuk membuat kualitas Ketan menjadi semakin baik dan optimal, hal yang perlu dilakukan adalah dengan memperbanyak jumlah tumbukan beras sehingga semakin halus.

Hal serupa juga perlu sama-sama dilakukan oleh setiap individu yang terlibat dalam sebuah relasi atau hubungan, baik berupa pertemanan, pernikahan atau kekeluargaan.

Baca Juga: Ide Jualan Takjil Modal Sedikit, Resep Sempol Mie: dari 1 Bungkus Mie Bisa Untung Banyak

Tumbukan pada beras Ketan merupakan gambaran akan pentingnya manajemen konflik yang akan terjadi dalam setiap jenis hubungan.

Agar menghasilkan menu kuliner berbahan dasar Ketan yang gurih dan menyehatkan saat dipangan, diperlukan sikap menerima kelebihan dan kekurangan orang lain.

Semakin mampu seseorang atau setiap butir beras ditumbuk atau ditempa masalah, maka Ketan akan menjadi semakin halus atau melahirkan sosok individu yang tulus.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# takjil
# nilai filosofis
# ketan
# Ramadhan

News Update

Metropolitan

Waspada Peredaran Obat Keras, Polisi Selidiki Dugaan Pasokan Tramadol untuk Massa Demo di Jakarta!

Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya kini tengah mendalami informasi terkait adanya dugaan rencana pemasokan obat keras jenis Tramadol untuk massa aksi unjuk rasa di Jakarta.

Metropolitan

Estimasi Pembangunan Ulang JPO Tendean Capai Rp6 M, Kepala Dinas Bina Marga DKI: Pemprov Tuntut Ganti Rugi...

Pemprov DKI Jakarta menegaskan akan menuntut ganti rugi atas kerusakan parah yang terjadi pada Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean akibat ditabrak truk beberapa waktu lalu.

Nasional

Fore Coffee Tolak Gunakan Telur Bebas Sangkar, Koalisi AFJ Kirim Karangan Bunga Duka Cita

Koalisi AFJ-AFFA menggelar aksi damai kirim karangan bunga ke kantor Fore Coffee Jakarta. Aksi ini menuntut komitmen perusahaan untuk beralih ke telur bebas sangkar demi kesejahteraan ayam petelur.

Nasional

Dituduh Abaikan Bencana Sumatera, Presiden Sampaikan Jawaban atas Citizen Lawsuit di PTUN Padang

Presiden Prabowo membantah gugatan Citizen Lawsuit terkait bencana ekologis Sumbar di PTUN Padang. Pemerintah mengklaim telah melakukan mitigasi dan meminta majelis hakim menolak gugatan tersebut.

Ekonomi

Ichsanuddin Noorsy Sebut Indonesia Harus Berani Ubah Sistem, Bukan Sekadar Lahirkan Kebijakan Baru

Ekonom Senior Ichsanuddin Noorsy menilai berbagai persoalan ekonomi nasional tidak dapat diselesaikan hanya dengan melahirkan kebijakan-kebijakan baru. Menurutnya, pemerintah harus berani

Metropolitan

Kebut Normalisasi Sungai saat Kemarau, Pramono Anung: Mumpung Debit Air Sedang Kecil

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berencana mempercepat proyek normalisasi sungai di wilayah ibu kota mumpung memasuki musim kemarau.

Metropolitan

Musim Kemarau Tiba, Pramono Anung Ingatkan Warga Jakarta Tak Buang Puntung Rokok Sembarangan

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan keras kepada warga ibu kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau berlangsung.

Jakarta Selatan

Viral Bangunan SDN 09/10 Kebayoran Lama Roboh, Pramono Anung Pastikan Perbaikan Segera Dilakukan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memberikan perhatian serius terhadap ambruknya bangunan SD Negeri 09/10 Kebayoran Lama Selatan, Jakarta Selatan.

Metropolitan

Siap Perbaiki Kualitas Hunian Ibu Kota, Pramono Anung Targetkan Bedah 633 Rumah Tak Layak Huni di Jakarta Tahun Ini!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menargetkan sebanyak 633 unit rumah tak layak huni akan dibedah sepanjang tahun 2026 ini.

Bisnis

Dedikasi Mantri BRI Rani Kanov, Jadi Jembatan Perubahan bagi Pelaku UMKM di Pelosok

Kisah Rani Kanov Rianti Harahap, Mantri BRI yang mendampingi pelaku UMKM di pelosok sekaligus mendorong literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Nasional

Intip Apa Saja Syarat Utama dan Aturan Baru Pelepasan Status WNI 2026

Lewat PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, pelepasan status WNI diperketat dengan syarat bebas pajak dan pidana. Tarif permohonan ke Presiden naik jadi Rp5 juta guna mendukung digitalisasi.

Metropolitan

Kualitas Udara Jakarta Memburuk, DLH Perkuat Early Warning System hingga Pelari Diimbau Kurangi Aktivitas Luar Ruangan!

Belakangan ini, jagat media sosial tengah ramai dengan imbauan bagi para pelari untuk mengurangi aktivitas olahraga di luar ruangan akibat memburuknya kualitas udara di Jakarta.

Bisnis

Pertamina Drilling Tuntaskan Pengeboran Sumur JAS-034 Tanpa Kecelakaan, Hasil Uji Produksi Capai 326 BOPD

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur Rig PDSI#15.3/N110-M (1500 HP) pengembangan JAS-034 milik PT Pertamina EP Zona 7

Metropolitan

Ibu Kota Darurat Sampah, Pemprov DKI Jakarta Kebut Pembangunan PSEL di Dua Lokasi Ini!

Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan langkah cepat untuk mengatasi persoalan sampah yang semakin mendesak di ibu kota.

Metropolitan

Tekan Sampah ke Bantargebang, Pramono Anung Bakal Hidupkan Kembali TPS3R di Jakarta

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berkomitmen untuk mengatasi persoalan sampah di ibu kota dengan mengoptimalkan peran Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).

Metropolitan

Atasi Masalah Sampah, Pemprov DKI Jakarta Dorong Sekolah Manfaatkan Lahan untuk Urban Farming!

Pemprov DKI Jakarta kini tengah gencar mendorong seluruh sekolah di ibu kota untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruang hijau dan lahan terbuka.

Nasional

Kemenkum Naikkan Tarif Lepas Status WNI, Apa Saja yang Berubah di PP No. 30 Tahun 2026?

Melalui PP No. 30/2026 yang berlaku 1 Agustus 2026, tarif lepas WNI naik jadi Rp3,5-5 juta & naturalisasi WNA Rp75 juta. Kenaikan ini ditujukan untuk modernisasi layanan digital Kemenkum.

Metropolitan

Pramono Anung Minta Warga Waspadai Kebakaran di Musim Kemarau, APAR Disiapkan di Setiap RW

Imbauan tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih

Gadget

Resmi Meluncur 22 Juli, Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra Bawa Layar Anti-Reflektif Bebas Silau!

Samsung Galaxy Z Fold 8 Ultra rilis 22 Juli 2026 dengan layar anti-reflektif khusus, kamera telefoto, dan lipatan minim. Varian standar dibanderol mulai Rp35 jutaan beserta lini Galaxy Watch 9.

Jakarta Selatan

Pramono Resmikan Bedah Rumah di Mampang Bekas Kebakaran, 22 KK Kini Miliki Hunian yang Lebih Layak

Program ini adalah wujud kolaborasi multipihak untuk mempercepat pemulihan warga yang terdampak kebakaran.