AYOJAKARTA.COM – Kerusakan ginjal dapat terjadi pada manusia karena beberapa sebab, salah satunya adalah obat.
Mengonsumsi jenis obat tertentu dengan dosis yang tidak sesuai dan terus-menerus dapat menimbulkan kerusakan ginjal.
Seorang dokter berpengalaman, dr. Ema Surya Pertiwi, mengungkap bahwa, banyak orang menderita hingga gagal ginjal karena kebiasaan mengonsumsi obat-obatan.
"Sering sekali di klinik saya temukan orang-orang menderita kerusakan ginjal baik gagal ginjal akut maupun gagal ginjal kronis itu karena kebiasaan mengkonsumsi obat-obatan," jelasnya pada kanal YouTube dr.Emasuperr dikutip pada Selasa, 15 April 2025.
Ia menambahkan, bahkan obat-obatan yang receh sekalipun itu dapat meningkatkan resiko kerusakan ginjal yang tidak disadari.
Dr. Ema menjelaskan bahwa awalnya orang mengonsumsi obat-obatan untuk menghilangkan keluhan penyakit.
Namun, penggunaan yang tidak tepat justru merangsang kerusakan ginjal karena tubuh harus bekerja ekstra untuk mengeluarkan toksin dan racun yang tertinggal.
Dalam penjelasannya, dr. Ema menyebutkan enam jenis obat yang secara garis besar terbukti dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal.
Baca Juga: 5 Obat Asam Urat di Kaki Paling Ampuh dan Bagus di Apotik
1. Obat Pereda Nyeri
Ia mengkritik penggunaan obat pereda nyeri yang dijual bebas, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dan acetaminofen, yang banyak ditemukan di apotek atau minimarket.
"Obat pereda nyeri ini banyak sekali dijual secara bebas. Jika dikonsumsi terus-menerus, apalagi bila seseorang mengalami tekanan darah rendah atau dehidrasi, dapat meningkatkan resiko kerusakan ginjal akut," ujarnya.
2. Antibiotik yang Dikonsumsi Sendiri
Menurutnya, antibiotik aman bila digunakan sesuai petunjuk dokter.
Namun, sering terjadi konsumsi sendiri yang tidak sesuai dosis, sehingga mengakibatkan ginjal harus bekerja ekstra mengeluarkan zat kimia tersebut, yang ditandai dengan bau urin yang pekat.
Baca Juga: Musim Hujan Bikin Mudah Sakit! 7 Obat Herbal Alami Ampuh Jaga Tubuh dan Aman Sering Dikonsumsi
3. Obat Pencahar
Obat pencahar yang sering digunakan dalam obat diet bisa memaksa tubuh mengeluarkan feses secara cepat.
"Ketika kalian mengkonsumsi obat pencahar secara terus-menerus, hal tersebut dapat menyebabkan ketidakseimbangan cairan dan elektrolit, yang akhirnya dapat meningkatkan resiko kerusakan ginjal," terangnya.
Penggunaan obat pencahar secara rutin dalam program diet dianggap sangat riskan bagi kesehatan ginjal.
4. Pewarna Kontras
Pewarna kontras yang digunakan untuk tes diagnostik seperti CT scan, MRI, dan angiografi dapat memberikan beban ekstra bagi ginjal.
Oleh karena itu, penggunaannya biasanya dibatasi, dan dr. Ema menegaskan pentingnya tidak melakukannya lebih dari tiga bulan sekali guna mengamankan fungsi ginjal.
Baca Juga: 8 Obat Herbal Alami! Cara Ampuh Atasi Masuk Angin Tanpa Obat Kimia
5. Obat Penekan Asam Lambung
Obat penekan asam lambung, jika digunakan sesuai petunjuk dalam jangka waktu 2-4 minggu, masih aman.
Namun, konsumsi berlebihan atau terus-menerus lebih dari satu bulan dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal.
"Kalau kalian punya masalah asam lambung dan mengkonsumsi obat penekan asam secara berlebihan, segera konsultasikan ke dokter," jelasnya lagi.
Baca Juga: 6 Jenis Obat Ini Bisa Merusak Ginjal, Hati-hati! Sering Jadi Bahan Stock di Rumah
6. Obat Tradisional
Banyak masyarakat mengonsumsi obat tradisional dengan anggapan aman karena bahan-bahan alami.
"Obat tradisional perlu diwaspadai, zat-zat kimia pada obat-obatan tradisional jika dikonsumsi terus-menerus tentu saja akan memberatkan fungsi ginjal," jelas dr. Ema.
Ia menambahkan, penggunaan obat tradisional seperti kapsul atau pil untuk meredakan nyeri atau memaksa pengeluaran cairan dapat meningkatkan risiko kerusakan ginjal jika tidak diawasi secara medis.
Oleh karena itu, disarankan untuk rutin melakukan cek fungsi ginjal, minimal setiap 6 bulan, atau lebih sering jika digunakan untuk mengatasi masalah kesehatan kronis.
Ia mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dan selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat, baik yang dijual bebas maupun obat tradisional.
"Selalu konsultasikan dengan dokter, tanyakan manfaat dan risiko obat yang akan kalian konsumsi, agar ginjal dan kesehatan tubuh kalian tetap terjaga," pungkasnya.***

Share this article
Mengonsumsi jenis obat tertentu dengan dosis yang tidak sesuai dan terus-menerus dapat menimbulkan kerusakan ginjal.