AYOJAKARTA.COM -- Seblak, makanan khas Bandung yang terkenal dengan cita rasa pedas dan gurihnya, kini semakin digemari banyak orang.
Doyan makan seblak memang menggoda karena cita rasanya yang pedas dan gurih, serta kandungan karbohidrat dan protein yang memberikan energi bagi tubuh.
Namun, di balik kenikmatannya, muncul pertanyaan penting: apakah konsumsi seblak lebih banyak memberi manfaat kesehatan atau justru mudharat bagi tubuh?
Hitungan Kalori Seblak Biasa
Kalori dalam satu porsi seblak biasa, sekitar 200 gram, adalah sekitar 262 kalori yang berasal dari 31,15 gram karbohidrat (kerupuk rebus), 13,31 gram lemak (minyak), dan 8,15 gram protein (topping).
Seblak mengandung juga natrium sebesar 551 mg dan kolesterol sekitar 121 mg. Kandungan kalori ini cukup tinggi sehingga sebaiknya dibatasi terutama bagi yang sedang menjalani program diet atau memiliki masalah kesehatan tertentu.
Manfaat dan Madharat Makan Seblak
Seblak juga mengandung vitamin C dan senyawa dalam cabai seperti kapsaisin yang berpotensi memberikan manfaat kesehatan, meningkatkan metabolisme, dan membantu menghilangkan stres.
Baca Juga: Resep Seblak Cabe Ijo yang Viral di TikTok: Makanan Jadul yang Banyak Peminatnya, Berani Coba?
Namun, konsumsi seblak yang berlebihan dapat membawa dampak negatif, terutama karena kandungan kalori, lemak, dan natrium yang cukup tinggi.
Risiko yang perlu diwaspadai antara lain obesitas, tekanan darah tinggi, gangguan pencernaan, hingga potensi masalah ginjal akibat dehidrasi dan beban natrium berlebih.
Kesimpulannya, seblak bisa memberikan manfaat kesehatan jika dikonsumsi dalam porsi wajar dan diimbangi dengan pola makan seimbang.
Baca Juga: Kenali Fakta Unik Seblak, Benarkah Bisa Sebabkan Tumor dan Kanker Payudara? Begini Jawabannya
Namun, konsumsi berlebihan atau terlalu sering dapat menimbulkan mudharat bagi kesehatan.
Oleh karena itu, bijaklah dalam menikmati seblak agar manfaatnya lebih dominan daripada risikonya.***
Share this article
Muncul pertanyaan penting, apakah konsumsi seblak lebih banyak memberikanmanfaat kesehatan atau justru mudharat bagi tubuh?