AYOJAKARTA.COM – Kebiasaan yang banyak dilakukan pemilik mobil untuk mempermudah kenyamanan selama berkendara adalah menyimpan air minum kemasan.
Selain dimaksudkan sebagai persediaan selama di perjalanan, menyediakan air minum kemasan di dalam mobil juga bertujuan untuk mencegah terjadinya dehidrasi.
Bagi pengendara mobil, menyediakan air minum kemasan biasanya diletakkan pada bagian dashboard atau di cup holder yang terletak berdekatan dengan kursi kemudi.
Meskipun sepintas terlihat begitu mempermudah, mengkonsumsi air minum kemasan yang tersimpan dalam mobil ternyata kurang baik bagi kesehatan.
Pernyataan terkait dampak buruk mengkonsumsi air kemasan tersebut disampaikan langsung oleh dr. Nusye E. Zamsiar, MS, SpOK selaku Spesialis Kedokteran Okupasi.
Menurut dr. Nusye, paparan sinar matahari yang terperangkap di dalam bagian interior mobil dapat mempengaruhi kualitas air minum.
Terlebih jika kondisi kemasan air minum yang akan dikonsumsi ulang sudah tidak tersegel dengan baik atau sudah terbuka.
Meski hanya berlangsung sebentar, seluruh kuman maupun bakteri yang terdapat di dalam mobil akan bereaksi jika terkena panas matahari dan berdampak pada kualitas air minum.
Baca Juga: Sap Sap Sap Belum 1 Bulan! Jumbo Masuk 3 Besar Film Terlaris di Indonesia, Tembus 7 Juta
Salah satu sumber penyebab terjadinya resiko gangguan kesehatan akibat mengkonsumsi air kemasan adalah materi kemasan air.
Dalam kondisi dan suhu tertentu, beberapa jenis kemasan air minum akan ikut terpengaruh oleh keadaan di sekitarnya.
Walau persentase terjadinya proses peluruhan kandungan kemasan masih dapat ditoleransi oleh tubuh, kebiasaan mengkonsumsi air yang terpapar panas langsung sebaiknya dihindari.
“Ada kadar yang berbahaya dalam air jika kemasan air minum tersebut ikut luruh ke dalam air, biasanya BPA atau Bisphenol A” jelas dr. Nusye.
Dalam kondisi melampaui batas toleransi tubuh, kebiasaan mengkonsumsi air kemasan yang terpapar panas matahari atau tersimpan dalam mobil dapat mengganggu kesehatan.
Baca Juga: 2 Cerita UMKM Kuliner Beda Kota yang Sama-Sama Membangun Masa Depan dengan BRImo
Pada kadar tertentu, dampak lain dari BPA yang biasanya digunakan dalam industri plastik kemasan dapat meningkatkan terjadinya resiko kanker.
Salah satu cara agar terhindar dari resiko terjadinya kanker akibat penggunaan barang atau plastik kemasan yang mengandung BPA adalah tidak melakukan pengisian ulang.
Untuk memastikan kesehatan, penting bagi masyarakat mengenali jenis-jenis material yang digunakan dalam proses pembuatan plastik kemasan pada minuman.
Beberapa jenis material pembuat plastik yang relatif lebih aman bagi tubuh antara lain ditandai dengan Kode 1 PET, 2 HDPE, 4 LDPE dan 5 PP.
Sedangkan jenis material plastik yang relatif berbahaya bagi tubuh antara lain ditandai dengan Kode 3 PVC dan 6 PS. ***

Share this article
Salah satu sumber penyebab terjadinya resiko gangguan kesehatan akibat mengkonsumsi air kemasan adalah materi kemasan air.