AYOJAKARTA.COM -- Memiliki anak tentunya menjadi harapan bagi setiap pasangan suami istri, terlebih jika anak tersebut tumbuh menjadi seorang anak yang cerdas.
Tentunya faktor genetik, pola asuh anak, dan lingkungan menjadi bagian penting yang menentukan karakteristik kecerdasan anak.
Dikutip AyoJakarta.com melalui akun Instagram @insta_julid, Rocky Gerung menyatakan dalam penelitian bahwa kecerdasan seorang anak itu diperoleh dari ibunya.
Baca Juga: Viral Oknum TNI Acungkan Senjata Tajam pada Pengendara Mobil, Netizen: Oknum Teros!
Seperti yang diketahui bahwa Rocky Gurung adalah seorang pengamat politik dan peneliti di Perhimpunan Pendidikan Demokrasi yang juga dosen di Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.
"Keterangan ilmiah memperlihatkan kecerdasan itu anda peroleh dari ibumu," ungkap Rocky Gerung.
"Jadi kalau anda berpikir logis, karena ibumu berpikir logis, tapi laki-laki gak mau terima itu," sambungnya.
Seperti diungkapkan oleh peneliti Turner G pada artikelnya yang berjudul "Intelligence and the X Chromosome" mengklaim bahwa kromosom X berkontribusi terhadap kecerdasan manusia.
Dimana secara ilmiah, perempuan memiliki dua krommosom X sementara ayah hanya memiliki kromosom X sisa lainnya yakni kromosom Y.
Baca Juga: TERBARU! PPATK Blokir Rekening Konsultan Pajak Kepercayaan Rafael Alun, Ada Apa Ini?
Sehingga disampaikan oleh Rocky Gerung, jika ada seorang ayah yang pintar, itu diperoleh dari gen ibunya (nenek) bukan ayahnya (kakek).
"Jadi kalau misalnya ayahmu pintar itu bukan karena kakekmu, tapi karena nenekmu," ujar Ricky Rerung.
Menurut Rocky Gerung, menjaga evolusi peradaban agar tidak punah menjadi salah satu alasan seorang ibu harus melahirkan sebagaimana yang dikehendaki oleh Sang Pencipta.
"Karena evolusi menuntut supaya peradaban tidak punah, supaya tidak punah mesti ada bayi yang dilahirkan dari seorang yang dikehendaki yaitu perempuan," jelas Rocky Gerung.
Dapat disimpulkan bahwa setiap anak yang cerdas itu dikarenakan ibunya yang cerdas, karena Rocky Gerung menyampaikan seorang ayah tidak menyumbang gen kecerdasan.
"Dimana-mana kalau anda cerdas, pasti karena ibunya cerdas, kalau ibumu cerdas pasti karena neneknya cerdas," ungkap Rocky Gerung.
"Laki-laki tidak ada fungsi dalam gen kecerdasan, dia gak menyumbang gen kecerdasan," sambungnya.
Namun para peneliti di University of Washington juga menemukan fakta terkait ikatan emosional antara anak dengan ibu menjadi faktor penting untuk pertumbuhan otak anak.
Dalam penelitian mereka yang dikutip pada laman independent.co.uk, bahwa anak yang secara emosional dekat dengan ibu, kebutuhan intelektual mereka terpenuhi.
Bahkan dijelaskan anak tersebut memiliki hippocampus 10 persen lebih besar dari anak yang jauh secara emosional dengan ibunya.
Dimana hippocampus ini merupakan bagian otak yang mengatur memori, pembelajaran, dan respons stress.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa selama pertumbuhan masa kanak-kanak kecerdasan mereka juga dipengaruhi kuat dengan ikatan emosional ibu.
Dalam hal ini akan meningkatkan rasa aman, sehingga anak-anak lebih berani menjelajahi dunia, dan menambah kepercayaan diri mereka dalam memecahkan masalah.
Tak hanya itu, peneliti juga menunjukkan bahwa serangkaian sifat lain yang ditentukan gen juga bisa diwariskan dari ayah.
Sifat tersebut yakni seperti intuisi dan emosi yang menjadi salah satu kunci membuka potensi kecerdasan anak.***(Desta Nurwati Siamyah)

Share this article
Tentunya faktor genetik, pola asuh anak, dan lingkungan menjadi bagian penting yang menentukan karakteristik kecerdasan anak.