AYOJAKARTA.COM - Kasus dugaan penipuan dan penggelapan berkedok Robot Trading Net-89 kini menyeret 5 orang public figure.
Atta Halilintar, Taqy Malik, Kevin Aprilio, Mario Teguh, dan Andri Prakasa dilaporkan ke Bareskim Polri karena diduga terlibat kasus penipuan Robot Trading Net-89.
Kasus dugaan penipuan berkedok Robot Trading Net-89 diketahui mencapai total kerugian hingga Rp28 miliar.
Selain itu juga, diketahui sedikitnya 230 orang telah menjadi korban penipuan Robot Trading Net-89.
Korban melalui Kuasa Hukum, Muhammad Zainul Arifin melaporkan kerugian mereka hingga total Rp28 miliar.
Kuasa Hukum korban juga menunjukkan bukti untuk menguatkan laporan tersebut.
Ditunjukkannya bukti elektronik yakni berupa video, foto, rekening koran, tangkapan layar berisi percakapan di beberapa akun media sosial.
Setelah proses penyidikan, Atta Halilintar dan Taqy Malik diduga terlibat dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Dikabarkan bahwa Atta Halilintar telah menerima uang Rp2,2 miliar sebagai hasil dari lelang Bandana.
Sementara Taqy Malik telah menerima uang sejumlah Rp700 juta yang merupakan hasil dari lelang sepeda Brompton dari Founder Net-89.
Selaim itu dugaan terkait 3 publi figur lainnya yang terlibat yakni Kevin, Andri, dan Mario diduga turut mempromosikan Robot Trading Net-89.
Hal itu mereka lakukan agar korban tertarik untuk berinvestasi.
Tak hanya itu, diketahui pelaku yang terlibat mencapai 134 orang diantaranya sebagai founder CEO, Leader, dan exchanger.
"Dari proses ini, ada 134 pelaku yang juga melakukan tindak pidana ini," Kuasa Hukum korban, Muhammad Zainul Arifin.
"5 orang yang diduga public figure, kemudian 7 orang Founder-nya, 5 orang CEO-nya, 37 orang terkait Leader-nya, 51 orang terkait dengan Exchanger-nya," ungkap Zainul Arifin.
Diketahui model penipuan yang digunakan kasus penipuan Robot Trading Net-89 sama seperti kasus serupa sebelumnya, yakni menggunakan skema Ponzi.***

Share this article
Kasus dugaan penipuan dan penggelapan berkedok Robot Trading Net-89 menyeret nama Atta Halilintar. Sebelumnya Mario Teguh pernah juga