AYOJAKARTA.COM - Belum lama ini presiden Prabowo Subianto menegaskan sikap netral Indonesia dalam konflik perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.
Dalam pernyataannya tersebut Prabowo menyebut bahwa Indonesia menganggap kedua negara sebagai sahabat baik dan tidak akan memihak dalam perselisihan Perang dagang Internasional tersebut.
Indonesia ingin berperan sebagai jembatan untuk mendorong kerja sama ekonomi antara AS dan Tiongkok dengan harapan tercapainya kesepakatan yang saling menguntungkan.
Perang dagang yang diberlakukan AS telah memberlakukan tarif impor sebesar 32 persen terhadap produk dari China.
Sementara China membalas dengan tarif 34 persen terhadap barang-barang dari Amerika Serikat.
Negara Indonesia sendiri lebih memilih untuk tidak membalas kebijakan tarif tersebut sejalan dengan pendekatan negara-negara seperti Singapura, Malaysia, dan Australia.
Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik dan mempertahankan hubungan dagang yang telah lama terjalin dengan Amerika Serikat.
Selain fokus pada hubungan internasional Prabowo juga menunjukkan komitmen Indonesia terhadap isu kemanusiaan khususnya terkait konflik di Palestina.
Bahan sempat viral pemerintah Indonesia berencana mengevakuasi sekitar 1.000 warga Palestina dari Gaza terutama mereka yang terluka, mengalami trauma, dan anak-anak yatim.
Evakuasi ini bersifat sementara dan bukan merupakan relokasi permanen dengan tujuan memberikan perlindungan hingga situasi di Gaza membaik.
Indonesia juga menawarkan beasiswa bagi mahasiswa Palestina untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Pertahanan Indonesia (Unhan).
Gagasan Prabowo ini bertujuan agar para penerima beasiswa dapat kembali ke tanah air mereka dengan bekal pendidikan yang memadai serta mendukung pembangunan fasilitas kesehatan di Tepi Barat dan Gaza.
Upaya ini merupakan pendekatan diplomatik yang netral antara AS dan Tiongkok.
Selain itu juga merupakan langkah konkret indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
Berupaya memainkan peran aktif dalam menjaga stabilitas regional dan mendukung perdamaian global.

Share this article
Perang dagang yang diberlakukan AS telah memberlakukan tarif impor sebesar 32 persen terhadap produk dari China.