AYOJAKARTA.COM – Akhir-akhir ini wabah kutu busuk marak di beberapa negara seperti Perancis, Korea Selatan, hingga Hongkong.
Bahkan yang terbaru dikabarkan wabah kutu busuk sudah mulai memasuki Negeri Singa, yakni Singapura.
Mengutip dari laman Republika pada Rabu, 13 Desember 2023, wabah kutu busuk pertama kali terjadi lebih dari 70 tahun lalu, tepatnya pada tahun 1950 di Prancis.
Akan tetapi, wabah tersebut mulai kembali menyebar mulai di tahun 2017 hingga 2023.
Peristiwa ini sempat menggemparkan publik yang kala itu warga Prancis mulai membuang kasur mereka yang telah menjadi sarang kutu busuk.
Munculnya wabah ini tentu membuat masyarakat semakin khawatir khususnya ketika mereka berada di tempat umum karena parasit itu bisa berada dimana saja.
Serangga tersebut paling sering ditemukan di tempat umum seperti kursi kendaraan umum.
Pada November lalu, wabah kutu busuk sudah mulai menyebar ke beberapa kota di Korea Selatan yang bermula dari stasiun kereta api dan asrama universitas.
Selain itu, wabah juga sudah memasuki Hongkong, negara terpadat sehingga penyebaran kutu menjadi sangat mudah.
Akibatnya, wabah tersebut menimbulkan kekhawatiran yang sama seperti pandemi Covid-19 lalu, yakni terjadinya panic buying.
Dikabarkan pembelian produk pembasmi hama di Hongkong mulai meningkat karena hadirnya wabah tersebut.
Sementara di Singapura, wabah tersebut terjadi karena pelonggaran negara setelah meredanya pandemi Covid-19, sehingga kutu busuk semakin mudah untuk menyebar.
Apa Itu Kutu Busuk dan Dimana Ia Berkembang Biak?
Kutu busuk atau tumbia merupakan serangga parasit dari famili Cimicidae.
Kutu busuk adalah spesies yang meminum darah manusia serta hewan, serangga tersebut biasanya bersarang di rumah manusia khususnya di tempat tidur dan bantal.
Kutu busuk memiliki ukuran yang kecil dan bisa diketahui keberadaannya karena memiliki aroma tidak sedap yang menyengat.
Baca Juga: Prabowo Sebut Lebih 19 Kali Jokowi ke Papua Selama Jadi Presiden, Apakah Benar?
Manusia memang tidak bisa menyadari dan merasakan ketika mereka digigit oleh parasit tersebut.
Namun, manusia bisa merasakan efeknya setelah setelah digigit seperti bentol.
Memang gigitan kutu busuk tidak menular dan berbahaya, akan tetapi akan sangat mengganggu karena memberikan rasa gatal dengan sensasi terbakar, menimbulkan bengkak, dan kemerahan.

Share this article
Akhir-akhir ini wabah kutu busuk marak di beberapa negara seperti Perancis, Korea Selatan, hingga Hongkong.