AYOJAKARTA.COM – Organisasi Hamas kini kembali menjadi perbincangan lantaran hubungan Israel dan Palestina kembali memanas saat ini.
Hal tersebut juga menjadi perbincangan hangat lantaran organisasi politik ini kembali ingin menguasai jalur Gaza.
Lantas dari manakah asal usul Hamas tersebut?
Apakah termasuk dalam Syiah?
Dikutip ayojakarta.com dari suara.com pada Rabu (11/10/2023), Hamas merupakan organisasi politik yaitu sebuah Gerakan Perlawanan Islam Inggris, gerakan nasionalis dan Islam militan Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza yang didedikasikan untuk pembentukan negara Islam merdeka di Palestina.
Hamas didirikan tahun 1987 dan menggunakan pendekatan sekuler Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) terhadap konflik yang terjadi antara Israel-Palestina serta menolak upaya untuk menyerahkan bagian manapun dari Palestina.
Sebelumnya, Hamas telah menguasai Jalur Gaza pada tahun 2007 lalu dan Israel menyatakan permusuhan secara terbuka.
Sehingga serangan Hamas terhadap Israel terus berlanjut, seperti serangan Israel terhadap Palestina di Jalur Gaza.
Baca Juga: Israel Sebut Tentaranya Tidak Sengaja Tembak Balita Palestina
Baru-baru ini tepat pada Oktober 2023, Hamas kembali melakukan serangan darat, laut dan udara yang mengejutkan Israel.
Sehingga dalam beberapa jam, ada ratusan orang Israel dilaporkan tewas atau hilang bahkan dalam beberapa hari, lebih dari 100 orang disandera.
Isu ini membuat sebagian negara merasa terkejut dan penasaran apa itu Hamas dan apakah bagian dari Syiah.
Dikutip ayojakarta.com dari suara.com, ternyata Hamas merupakan organisasi Sunni dalam artian bukanlah Syiah.
Baca Juga: Israel Berencana Jual Tank Merkava Bekas ke 2 Negara, Salah Satunya Eropa
Hamas dipimpin Ismail Haniyeh dan organisasi ini dikenal sebagai organisasi Islam militan terbesar dan cakap di Kawasan Palestina bahkan juga termasuk partai politik besar di Palestina.
Pada 1970-an, Hamas sempat mendirikan jaringan amal, klinik dan sekolah serta aktif di wilayah Jalur Gaza yang diduduki Israel setelah Perang Enam hari 1967.
Hamas kembali bertindak secara independen dari organisasi Palestina lainnya sehingga serangan Hamas yang semakin keras terhadap warga sipil dan militer mendorong Israel menangkap sejumlah pemimpinnya pada 1989 silam, di dalamnya termasuk Sheikh Ahmed Yassin yang merupakan pendiri Hamas.
Setelah dilakukan penculikan oleh Israel, pada tahun berikutnya Hamas kembali melakukan reorganisasi untuk memperkuat struktur komandonya dan menemukan para pemimpin kunci di luar jangkauan Israel.
Selanjutnya biro politik yang turut bertanggung jawab atas hubungan internasional organisasi dan penggalangan dana tersebut memilih Khaled Meshaal menjadi pemimpinnya pada 1996 dan dibentuk sayap bersenjata kelompok tersebut sebagai Pasukan Izz al-Dn al-Qassm.***

Share this article
Berikut ini penjelasan lengkap soal asal-usul Hamas dan benarkah merupakan bagian dari Syiah? Cek di sini.