AYOJAKARTA.COM - Kecelakaan kereta India mengakibatkan tiga kereta api saling bertubrukan ini dinilai sebagai kecelakaan paling buruk.
Tragedi maut ini terjadi pada Kamis (2/6/2023) namun evakuasi korban kecelakaan kereta India ini masih terus dilakukan hingga Sabtu (3/6/2023) sore waktu setempat.
Sampai Sabtu sore telah tercatat ada 288 korban yang meninggal dunia dan 900 orang mengalami luka-luka akibat kecelakaan kereta India yang terjadi di distrik Balasore, Odisha, India Timur.
Baca Juga: Kecelakaan Truk vs Motor Terjadi di Jalan Raya Narogong Depan Pom Bensin Pangkalan 10 Cileungsi
Akibat kecelakaan kereta ini sejumlah gerbong terguling bahkan ada gerbong yang hancur dan menyebabkan penumpangnya terjepit di dalamnya.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Metro TV (4/6/2023), PPI India Muh. Erdin menyampaikan bahwa hingga Sabtu sore masih dilakukan evakuasi karena terdapat beberapa gerbong yang mengalami kerusakan parah sehingga membutuhkan alat berat dalam proses evakuasi.
Pengangkatan gerbang tersebut untuk melihat apakah masih ada korban yang masih terjebak atau terhimpit di dalam gerbong kereta.
Baca Juga: The Power of Netizen! Romyani Sopir Bus Tragedi Kecelakaan di Guci Dibebaskan dari Tahanan
Pemerintah India telah mengkonfirmasi bahwa kecelakaan maut ini melibatkan 3 kereta api sekaligus. 3 kereta tersebut terdiri dari :
- Kereta penumpang Coromandel Express
- Kereta penumpang Howrah Superfast Express yang melaju dari Banglore ke Howrah
- Kereta barang Benggala Barat
Kronologi kecelakaan 3 kereta ini bermula dari Kereta penumpang Coromandel Express yang sedang melaju dengan kecepatan 100 km/jam melakukan perubahan jalur.
Kereta penumpang Coromandel Express mengambil jalur yang seharusnya bukan jalurnya, akibatnya kereta ini menabrak kereta barang yang sedang terparkir.
Karena tabrakan ini, gerbong-gerbong kereta penumpang Coromandel Express sekitar 10-12 gerbong roboh ke jalur utama.
Baca Juga: Tanggapi Keluhan Fans, Hotman Paris Siap Beri Bantuan Romyani Sopir Bus Kecelakaan di Guci!
Sedangkan jalur utama tersebut akan dilewati oleh Kereta penumpang Howrah Superfast Express. Maka ketika kereta Howrah Superfast Express tiba pada lokasi tersebut, tabrakan kereta tidak bisa dihindari.
“Sampai saat ini penyebab kepastiannya masih menunggu dari Kementerian Ministry of Railway di mana mereka akan melakukan penyelidikan tentang bagaimana sebenarnya penyebab dari kejadian ini,” kata Muh. Erdin.
Hingga saat ini masih diselidiki apakah perubahan jalur yang dilakukan oleh Kereta penumpang Coromandel Express adalah human error atau karena kesalahan sinyal.
Baca Juga: Kasus Kecelakaan Bus di Guci Tegal, Polisi Akhirnya Tetapkan Sopir dan Kernet sebagai Tersangka
Dugaan sementara terjadi kecelakaan kereta maut di India ini adalah karena ada kesalahan sinyal atau ada human error.
Menurut penuturan dari Muh. Erdin tidak ada WNI yang menjadi korban kecelakaan 3 kereta India ini.***

Share this article
Kecelakaan kereta api di India menyebabkan 900 korban alami luka-luka, penyebabnya masih ditelusuri.