AYOJAKARTA.COM – Bencana gempa bumi yang melanda Turki hingga saat ini masih menjadi sorotan dunia.
Bagaimana tidak, hingga saat ini jumlah masyarakat yang menjadi korban gempa Turki sudah menembus ribuan jiwa.
Tidak hanya di Turki saja, gempa tersebut juga melanda negara tetangganya yakni Suriah.
Saat ini, diketahui jumlah masyarakat Turki dan Suriah yang menjadi korban gempa sudah mencapai 15.000 jiwa.
Selain itu, hal yang kini menjadi sorotan masyarakat dunia adalah prediksi gempa Turki yang baru-baru ini viral di Twitter.
Seorang peneliti bernama Frank Hoogerbeets mengatakan bahwa gempa bumi bisa diprediksi dengan tepat.
Bahkan, ia juga menyampaikan bahwa kekuatan gempa bumi juga bisa diprediksikan.
Melalui akun Twitternya, diketahui Frank Hoogerbeets bekerja sebagai peneliti di SSGEOS.
Kini namanya menjadi perbincangan masyarakat dunia usai tweetnya yang berisi prediksi gempa Turki.
Baca Juga: Renungkan! Sadar atau Tidak, Dua Nikmat Ini Membuat Manusia Lalai, Ini Kata Ustaz Ahmad Bani Hasyim
Kala itu, Hoogerbeets menuliskan bahwa akan ada gempa dengan kekuatan hingga mencapai M 7,5.
Hoogerbeets pun menyebutkan bagian-bagian yang akan terdampak dari gempa tersebut.
Ia tidak menuliskan waktu spesifik kapan gempa tersebut akan terjadi, Hoogerbeets hanya menyebutkan bencana tersebut akan terjadi dalam waktu cepat atau lambat.
“Cepat atau lambat akan ada gempa M 7,5 di wilayah ini (Turki tengah-selatan, Yordania, Suriah, dan Lebanon)” tulis Frank Hoogerbeets dalam akunnya @hogrbe dikutip AyoJakarta.com pada Kamis (9/2/2023).
Baca Juga: Dapat Modal Usaha Hingga Rp500 Juta TANPA Potongan, Cek Syarat KUR BSI di SINI!
Tweet yang dibuat oleh Frank Hoogerbeets pada Jumat (3/2/2023) tersebut rupanya terbukti.
Pada Senin (6/2/2023) Turki dilanda gempa yang begitu dahsyat hingga terasa ke beberapa negara di Eropa.
Bahkan, besaran gempa yang terjadi di Turki lebih besar dari yang diprediksikan Hoogerbeets, yakni M 7,8.***

Share this article
Ia tidak menuliskan waktu spesifik kapan gempa tersebut akan terjadi, Hoogerbeets hanya menyebutkan bencana tersebut akan terjadi.