JAKARTA PUSAT, AYO JAKARTA.COM -- Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengaku tak ingin berpolemik dengan anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terkait pengadaan anggaran lem aibon dan pulpen dalam website apbd.jakarta.go.id yang diunggah pada 11 Oktober lalu.
"Sebelum mereka (PSI) ngomong, saya sudah ngomong, saya sudah bicara, kita review, bedanya saya tidak manggung, bagi orang-orang baru manggung, ini adalah kesempatan beratraksi, loh kalau saya itu bukan," ungkap Anies di Balaikota, Jakarta Pusat, Rabu (30/10/2019).
Menurut Anies, dirinya telah melihat satu persatu anggaran plafon APBD tersebut. Namun, hal itu tidak dipublikasikan kepada publik.
"Saya kerjakan satu-satu, cuma saya ini nggak berpanggung, saya kerjakan satu-satu dilihat, tim kita me-review semuanya, saya tunjukkan keanehan-keanehan itu, tapi saya tidak umumkan keluar, karena memang saya mau koreksi," kata Anies.
Anies mengatakan, tidak ingin disebut keren dengan memarahi stafnya terkait anggaran tersebut dan lebih memilih mengkoreksi secara internal.
AYO BACA : Anggaran Membengkak, Anies Sebut Kesalahan Ada di Sistem
"Ini tidak boleh begini terus, kalau diumumkan menimbulkan kehebohan, gubernur kelihatan keren, marahin anak buahnya, tapi bukan begitu yang saya cari," ujarnya.
Menurut Anies, apa yang dilakukannya sebagai gubernur adalah memperbaiki sistem yang ada.
"Saya memperbaiki sistem, bukan mencari perhatian, ini ada tiga pilihan, menyelesaikan masalah, atau memperumit masalah atau mengaktualisasi diri," kata dia.
Anies menyebut, penyebab kejanggalan dalam website tersebut lantaran sistem digital yang masih manual, sehingga tidak bisa menghitung secara otomatis hasil input data. Alhasil, nilainya anggaran yang tercantum besar, padahal anggaran tersebut untuk turunan komponen lainnya.
"Yang saya cari adalah begitu saya tahu ada masalahnya ini harus dikoreksi karena ini mengandalkan manual, ngeceknya harus manual, kalau ngeceknya manual selalu berulang seperti ini," tandasnya.
AYO BACA : PR Gubernur Jakarta Anies Baswedan, Periksa Salah Ketik dan Pecat stafnya yang Salah Ketik
.jpeg)
Share this article
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengaku tak ingin berpolemik dengan anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) terkait pengadaan anggaran lem aibon dan pulpen dalam website apbd.jakarta.go.id yang diunggah pada 11 Oktober lalu. "Sebelum mereka (PSI) ngomong, saya sudah ngomong, saya sudah bicara, kita <i>review</i>, bedanya saya tidak manggung, bagi orang-orang baru manggung, ini adalah kesempatan beratraksi, loh kalau saya itu bukan," ungkap Anies di Balaikota, Jakarta Pusat, Rabu (30/10/2019).