AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus berupaya maksimal dalam menangani banjir.
Ada tiga faktor penyebab banjir di Jakarta, yakni banjir kiriman, curah hujan tinggi di dalam kota, dan naiknya air pasang atau rob. Sampah di sungai juga menjadi salah satu penyebab banjir karena dapat menyumbat aliran air.
DLH DKI Jakarta mengerahkan lebih dari 5.000 Pasukan Orange di Ciliwung dan 12 sungai lainnya untuk mencegah bendung dan membantu aliran air agar tetap lancar.
Baca Juga: Tunjangan Guru Non-ASN Kemenag Naik Rp500 Ribu, Dirapel Sejak Januari 2025
Pasukan Orange ini bertugas menyaring, mengangkat, menyapu, dan mengawal air agar tetap mengalir. Mereka juga berjaga di bantaran sungai, gorong-gorong, dan titik rawan rob.
Tugas utamanya adalah memastikan air tidak tertahan sampah saat menuju laut. Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS) adalah benteng pertama untuk menyaring sampah dari hulu ke kota.
Penanganan banjir di Jakarta dimulai dari hulu, bukan saat air sudah meluap. Sampah akan dicegat di SSTBS sebelum terbawa arus ke Kalibata, Kampung Melayu dan kawasan padat lainnya.
Menyaring sampah juga menjadi bentuk dalam memulihkan ekosistem Sungai Ciliwung. Harapannya, sungai bisa mengalir lancar, bersih, dan tidak lagi menjadi ancaman. Demikian adalah informasi penyebab dan penanganan banjir di Jakarta.***
Baca Juga: Meski Baterai Kecil, Samsung S25 Edge Tetap Worth It? Pas untuk Harian dan Gaming Stabil

Share this article
DLH DKI Jakarta kerahkan 5.000 Pasukan Orange tangani banjir, cegah sampah sungai hambat aliran air & pulihkan ekosistem Ciliwung.