AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berinovasi menghadirkan kemudahan mobilitas warga lewat pengembangan Transit Oriented Development (TOD), atau Kawasan Berorientasi Transit.
Hingga pertengahan 2025, sudah ada lima lokasi TOD yang dibangun dan diintegrasikan langsung dengan sistem transportasi massal seperti MRT, bus, dan fasilitas pejalan kaki.
Konsep TOD bertujuan menciptakan kawasan yang terhubung, efisien, dan ramah lingkungan. TOD memfasilitasi perpindahan warga Jakarta dari satu moda transportasi ke moda lain secara cepat (sat set), tanpa perlu kendaraan pribadi.
Baca Juga: Pencairan Bansos Penebalan Rp400 Ribu 1 Juli 2025 Mulai Merata di Seluruh Indonesia
TOD juga dirancang sebagai simpul aktivitas yang mudah diakses dari permukiman, perkantoran, pusat belanja, ruang publik, dan taman kota. Dilansir dari akun resmi Instagram DKI Jakarta, berikut lima lokasi TOD di Jakarta:
- TOD Lebak Bulus: Terhubung langsung dengan stasiun MRT dan taman Tabebuya. Dilengkapi jembatan layang, pusat retail, parkir, dan akses ke hunian.
- TOD Dukuh Atas: TOD pertama yang dikembangkan, lengkap dengan JPM Dukuh Atas, Taman Kudus, serta sentra kuliner, pedestrian, dan jalur sepeda.
- TOD Blok M-Sisingamangaraja: Bertema Green Creative Hub, kawasan ini menghubungkan dua stasiun MRT dengan taman dan area kuliner kekinian.
- TOD Istora Senayan: Menyatu dengan pusat kegiatan olahraga, pusat perbelanjaan, dan ramah disabilitas, kawasan ini menghubungkan MRT Istora-Mandiri dengan Menara Mandiri.
- TOD Fatmawati: Dekat dengan hunian terjangkau, taman Yodya Barito, Pasar Santa, dan berbagai layanan publik.
Pengembangan TOD menjadi salah satu strategi utama dalam mewujudkan kota Jakarta yang inklusif, hijau, dan tangguh, sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029 dalam visi Indonesia Emas 2045.
Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Jepang melalui program JUTPI-3 (Jakarta Urban Transportation Policy Integration Phase 3) untuk memperkuat kebijakan dan koordinasi TOD di Jabodetabek.
Program ini juga melahirkan Transit-based Urban Planning Coordination Team yang bertugas menjaga keberlanjutan dan tata kelola pengembangan kawasan TOD ke depan.
Dengan pengembangan ini, TOD diharapkan tak hanya menjadi simpul transportasi, tetapi juga pusat kehidupan urban yang berkelanjutan.
Share this article
DKI Jakarta kembangkan 5 TOD terintegrasi MRT, bus, & pejalan kaki, dukung mobilitas warga & kota hijau inklusif berkelanjutan.