AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, kembali meninjau progres normalisasi Sungai Ciliwung di kawasan Cawang, Jakarta Timur.
Kunjungan ini bertujuan memastikan pembebasan lahan berjalan lancar dan transparan.
Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan banjir di Jakarta. Salah satu kunci utamanya adalah percepatan normalisasi sungai.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan anggaran besar untuk tahun 2026.
Total dana yang dialokasikan mencapai Rp300 miliar. Anggaran ini khusus digunakan untuk pembebasan lahan di beberapa aliran sungai utama.
Selain Sungai Ciliwung, dana ini juga mencakup Kali Krukut dan Kali Cakung Lama.
Pramono ingin memastikan anggaran yang tersedia segera digunakan sesuai target agar proyek tidak terhambat.
Progres Pembebasan Lahan di Cawang
Fokus utama saat ini adalah kawasan Kelurahan Cawang. Di lokasi tersebut, terdapat target pembebasan lahan untuk 170 pintu rumah.
Hingga kini, sebanyak 62 rumah telah berhasil dibayarkan dan dibongkar. Progres ini dinilai cukup baik oleh Gubernur.
Masih ada 108 pintu rumah yang sedang dalam tahap negosiasi. Pramono menargetkan seluruh proses negosiasi dan pembayaran selesai pada akhir tahun ini.
Gubernur DKI Jakarta berharap pada tahun 2027, normalisasi dari MT Haryono hingga Jembatan Kalibata sudah tersambung sepenuhnya. Momen ini diharapkan menjadi kado indah untuk ulang tahun ke-500 Jakarta.
Pramono Anung memberikan instruksi tegas terkait proses pembayaran ganti rugi.
Dia meminta warga untuk tidak menggunakan jasa perantara atau calo. Kepastian ini penting agar warga menerima haknya secara utuh tanpa potongan pihak luar.
Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA), Ika Agustin Ningrum, menjelaskan bahwa posko khusus telah didirikan di lokasi.
"Dinas SDA sekarang sudah memiliki posko di sini pak. Harapannya adalah warga langsung datang ke kami dan tidak boleh menggunakan perantara," ujar Ika Agustin Ningrum dalam video di akun Instagram Pramono Anung yang diunggah pada Sabtu, 11 Juli 2026.
Warga Cawang diminta untuk datang langsung ke posko SDA untuk berkonsultasi atau melakukan negosiasi. Dinas SDA berkomitmen melayani warga secara terbuka dan langsung.
Saat meninjau bantaran kali, Pramono menyempatkan diri berdialog dengan warga setempat.
Gubernur DKI Jakarta juga sempat menemui warga yang sudah puluhan tahun tinggal di area tersebut.
"Apa kabar bu? Ibu udah berapa lama tinggal di sini? Jadi sekarang kan udah hampir ada titik temu, tinggal harganya belum cocok? Ya nanti duduk bareng dipecahkan masalahnya. Karena supaya kalau banjir tidak terdampak. Terima kasih bu," kata Pramono Anung menyapa salah satu warga di bantaran Kali Ciliwung.
"Alhamdulillah baik pak. Saya udah hampir 60 tahun pak. Iya belum pak. Terima kasih pak," jawab ibu tersebut.
Dengan pengelolaan debit air yang lebih baik, dampak banjir diharapkan tidak lagi separah tahun-tahun sebelumnya.***
Share this article
Pramono Anung tinjau normalisasi Ciliwung di Cawang. Pemprov DKI siapkan Rp300 M untuk pembebasan lahan. Targetnya, proyek MT Haryono-Kalibata rampung tahun depan.