JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Wabah penyakit menjadi salah satu perhatian Suku Dinas Jakarta Utara setelah banjir tidak lagi menggenangi permukiman warganya.
Di Kelurahan Pejagalan misalnya, Suku Dinas Kesehatan Jakut mengaktifkan tiba posko kesehatan untuk mencegah penyebaran penyakit pascabanjir awal tahun.
"Sejak awal terdengar isu adanya genangan di sana, kami langsung bergerak cepat membuka posko kesehatan," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan, Yudi Dimyati, Selasa (7/1/2020).
Dijelaskan Yudi, hingga saat ini, posko sudah melayani sebanyak 2.700 warga untuk pemeriksaan diare, ISPA dan penyakit kulit.
AYO BACA : Mengungsi di Gereja Santo Philipus Rasul, Warga Pejagalan Merasa Aman dan Terpenuhi
"Kami tidak temukan penyakit yang berbahaya. Namun yang menjadi perhatian kita ke depan adalah antisipasi leptospirosis," tambahnya.
Leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan bakteri Leptospira interrogans. Leptospirosis tersebar melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi bakteri tersebut. Leptospirosis menyerang manusia melalui paparan air atau tanah yang telah terkontaminasi urine hewan pembawa bakteri leptospira seperti tikus, sapi, anjing atau babi. Penyakit infeksi bakteri ini memang banyak ditemukan di daerah yang terkena banjir.
Yudi lanjutkan, pada Minggu (5/1/2020) pihaknya sudah melakukan lisolisasi (penyemprotan cairan disinfektan). Yudi menuturkan akan secepatnya melakukan hal yang sama pada daerah RW 13.
"Proses pembersihan sampah di sana masih berlangsung, jadi kami belum bisa melakukan lisolisasi," ucapnya.
Sejak posko kesehatan dibuka, jumlah warga yang datang untuk memeriksakan diri terus meningkat. Jika dipersentase, jumlah 2.700 orang setara dengan sekitar 60 persen penduduk Pejagalan. Warga dilaporkan datang atas kemauan sendiri untuk memeriksa kesehatannya.
Share this article
Sejak posko kesehatan dibuka, jumlah warga yang datang untuk memeriksakan diri terus meningkat.