AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menanggapi keluhan warga terkait bau tidak sedap yang diduga berasal dari fasilitas RDF Rorotan, Jakarta Utara.
Meski memahami keresahan masyarakat, Pramono menegaskan bahwa RDF Rorotan tidak dapat ditutup secara permanen.
RDF Rorotan adalah bagian dari sistem pengelolaan sampah jangka panjang yang dibutuhkan Jakarta.
Keberadaan fasilitas tersebut memiliki peran penting dalam mengurangi volume sampah serta mendukung pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif.
Pramono pun menjelaskan bahwa RDF Rorotan ini bukan dibangun di eranya.
Biaya pembangunan RDF pun cukup tinggi.
"Kalau kemudian saya tutup, ini problem-nya lebih rumit lagi, enggak mungkin," kata Pramono.
Menurutnya, persolan utama yang menimbulkan bau bukan terletak pada proses pengolahan sampah di fasilitas tersebut, tapi pada sistem transportasi sampah.
Baca Juga: Tanggap Bencana, BRI Peduli Langsung Terjunkan Bantuan untuk Pengungsi Longsor Cisarua
Air lindi yang menetes dari truk pengangkut sampah bisa jadi sumber bau yang memicu protes warga.
Dengan tegas, Pramono pun menyampaikan Pemprov DKI Jakarta melarang penggunaan truk lama dan menggantinya dengan armada baru.
Ia juga memutuskan untuk menghentikan sementara aktivitas RDF Rorotan.
RDF Rorotan dirancang sebagai fasilitas pengolahan sampah modern yang mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif.
Baca Juga: Warga Kembali Keluhkan Bau Menyengat dari RDF Rorotan
Proyek ini diharapkan bisa membantu mengurangi ketergantungan pada tempat pembuangan akhir sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
Untuk mengatasi hal ini, Pramono janji akan terus berkoordinasi dengan pengelola RDF agar keluhan warga dapat segera ditangani.
Sehingga operasional bisa tetap berjalan tanpa mengorbankan kesehatan dan kenyamanan masyarakat.***
Share this article
Meski memahami keresahan masyarakat, Pramono Anung menegaskan bahwa RDF Rorotan tidak dapat ditutup secara permanen.