AYOJAKARTA.COM - Di tengah ramainya keluhan soal bau menyengat di sekitar RDF Plant Rorotan, Jakarta Utara, ternyata tidak semua warga bersuara negatif.
Sebagian warga justru menyatakan tetap mendukung operasional fasilitas pengolahan sampah tersebut, dengan catatan pengelola terus melakukan evaluasi dan perbaikan.
RDF Plant Rorotan adalah fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif atau Refuse Derived Fuel (RDF).
Fasilitas ini diharapkan bisa mengurangi beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) sekaligus menjadi solusi jangka panjang persoalan sampah Ibu Kota.
Baca Juga: Warga Ramai Keluhkan Bau Menyengat Sekitar RDF Plant Rorotan, DLH DKI Jakarta Ngaku Bingung
Salah satu warga, yang sekaligus Ketua RW 08 Kelurahan Rorotan, Ahmad Fauzi mengatakan dirinya memahami bahwa pengelolaan sampah dalam skala besar bukan perkara mudah.
Menurutnya, keberadaan RDF Plant ini adalah bagian dari upaya modernisasi sistem pengolahan sampah Jakarta yang nyata.
"RDF Plant Rorotan kami lihat sebagai salah satu solusi nyata," ujar Ahmad.
Ahmad mengatakan bahwa volume sampah di ibu kota setiap harinya akan terus bertambah.
Sementara untuk daya tampung dan pola pengelolaan konvensional punya keterbatasan.
Dengan demikian, Jakarta sangat membutuhkan terobosan yang mengedepankan teknologi modern dan berkelanjutan.
"Tidak mungkin terus bergantung pada satu lokasi pembuangan seperti TPST Bantargebang. Kehadiran RDF Plant Rorotan kami lihat sebagai salah satu solusi nyata untuk membantu mengurangi beban tersebut," katanya.
Dikatakan oleh Ahmad, warga RW 08 memandang RDF ini bukan semata-mata sebagai fasilitas pengolahan sampah saja.
Tapi juga sebagai bagian dari ikhtiar bersama pemerintah dan masyarakat untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih tertata, ramah lingkungan, dan berpandangan jauh ke depan demi masa depan generasi berikutnya.
Baca Juga: Penuh Endapan Lumpur, Normalisasi Jalan Petamburan Jakpus Ditargetkan Rampung April 2026
Ahmad pun mengatakan bahwa warganya akan mendukung selama operasional RDF Plant Rorotan dijalankan dengan tanggung jawab, diawasi ketat, memperhatikan aspek lingkungan, dan terus membuka ruang komunikasi yang baik dengan warga sekitar.
Mereka juga akan menjadi bagian dari dukungan agar RDF bisa beroperasi secara optimal dan memberi manfaat seluas-luasnya, tidak hanya bagi warga sekitar, tapi juga bagi Jakarta secara keseluruhan.
Selain warga RW 08, warga dari RW 07 Kelurahan Rorotan juga turut memberi dukungan.
Diketahui, RW 07 sendiri adalah warga yang tinggal paling dekat dari fasilitas tersebut yang hanya berjarak sekitar 700 meter.
Mereka menyatakan dukungan dengan sikap terbuka, kritis, dan penuh kepedulian.
Ketua RW 07 Kelurahan Rorotan, Haji Idil Adha, mengatakan warga pada prinsipnya mendukung keberadaan dan operasional RDF Plant Rorotan.
Baca Juga: Selain Pacitan, Ini Daftar Wilayah yang Masuk dalam Risiko Gempa Megathrust Tinggi di Indonesia
Dukungan ini akan datang selama pengelolaan dilakukan secara bertanggung jawab, transparan, dan terus dievaluasi.
“Memang pernah beberapa kali tercium bau saat awal, tapi tidak lama. Kekhawatiran warga itu wajar, mulai dari isu kualitas udara, kesehatan, kemacetan, sampai dampak terhadap lingkungan sekitar,” katanya.
Idil mengatakan jika warganya memahami bahwa RDF Plant ini punya peran strategis dalam menjawab persoalan sampah Jakarta yang kian kompleks.
Kehadiran fasilitas ini juga dinilai memberi manfaat nyata, baik bagi sistem pengelolaan sampah kota maupun bagi masyarakat sekitar.***

Share this article
Sebagian warga justru menyatakan tetap mendukung operasional RDF Plant Rorotan, dengan catatan pengelola terus melakukan evaluasi dan perbaikan.