AYOJAKARTA.COM -- Puisi tema Hari Santri Nasional menjadi dibutuhkan menjelang momennya tiba.
Seperti yang diketahui, Hari Santri Nasional merupakan momen tahunan.
Momen ini diperingati setiap tanggal 22 Oktober.
Dalam artikel ini, terdapat puisi tema Hari Santri Nasional. Puisi ini bisa dipakai sebagai ungkapan agamis nan penuh makna.
Berikut 4 contoh puisi bertema Hari Santri, yang bisa dijadikan referensi untuk memeriahkan acara Hari Santri Nasional seperti dirangkum dari berbagai sumber.
Baca Juga: Ternyata Ini Arti Tanda Lingkaran Putus di WhatsApp
1. Bangga Menjadi Santri (Karya: Ainur)
Hari Santri
Terbentang tak akan terbuang
Karena jarak hanyalah pemisah dalam suatu ruang
Gemuruh kumandang dzat yang maha pengasih
Alam Mu menjadi saksi dalam sebuah pengabdian
Dulu kamis selalu terbara setiap kali hati ingin bertanya
Tentang siapa,, untuk siapa,,
Dan kemana Langkah kaki seorang fakir mengembara
Namun kini telah kami temui tentang arti jati diri
Bangga dengan khidmat dan takzim atas gelar seorang santri
Karena pengabdian inilah bentuk bakti
Kami kepadamu wahai murobbi ruhhi
Kau bangunkan jiwa-jiwa yang telah lama tertunduk
untuk cinta pada negeri
Kau hidupkan kembali ruh ruh kami
Untuk menjadi insan tangguh nan mandiri
Dan sekali lagi dengan bangga kami teriakkan kembali
Wahai murobbi
Kami bangga menjadi santri
Baca Juga: Merthy Kushandayani, Istri Irjen Teddy Minahasa yang Punya Gelar Puti Sibadayu
2. Abdi Negri (Karya: Mahsusi Hawa)
Gugah terbanun kala diri tengah lelap
Menatap harap disaat langit telah gelap
Menyatukan dahi pada tanah-tanah suci bumi
Menepis gundah yang menerobos masuk menodai niatan suci
Para santri Nampak tengadah
Menautkan hari semata lillah
Enggan kembali sampai fajar mengering Langkah walau bergelut dengan kantuk lelah
Juang santri selalu terpatri
Tidak lagi melawan kolonial
Ikuti jejak jihad Hasyim Asy'ari
Yang dulu berperang rela mati, demi negeri
Kini santri jadi tonggak estafet ulama
Tutur Bahasa dijaga dan ditata
Bukan membuang krama
Sorot teladan umat beragama
Baca Juga: Irjen Teddy Minahasa Agama-Istri, Ini Profil-Biodata Kapolda Jatim yang Baru
3. Pejuang Berpeci (Karya: Dee Kayisna)
Kala tentara berseragam
Tak lagi mampu berjuang
Pasukan bersarung, pejuang berpeci
Maju merapatkan barisan
Menghadang, menghalau penjajah
Turut berjuang demi Indonesia merdeka
Walau merelakan nyawa
Sebagai taruhannya
Sungguh kuasa ilahi meski tanpa senjata berapi
Dengan bambu runcingnya
Mereka tersaruk berusaha menumbangkan lawan
Pejuang berpeci
22 Oktober menjadi saksi
Atas keberhasilan santri
Dan merdekanya negeri
4. Andhap Asor (Karya: Erliyana Muhsi)
Di tengah mulut-mulut berkoar
Suara santri lembut menyejukkan
Menyuburkan kembali dada-dada gersang
Dengan kuasa Tuhan
Diantara tangan-tangan yang melempar batu kerikil
Tangan santri mem tasbih
Bertamu hatinya pada ilahi memohon belas kasih
Untuk kedamaian negeri
Ketika para manusia tanpa pikir mengumpat, meresensi
Milik saudara beragama dan senegara
Santri mengalunkan suaranya di atas firman-firmanNya
Menelan ludah
Membiarkan peristiwa buruk lewat begitu saja
Bukan lemah
Tapi membina hati untuk lebih merendah lagi
Pada sepertiga malam, santri
Menjemput pelumat dada kepada Tuhan
Lewat sholat dan bacaan-bacaan
Mengusir dengki, Membunuh hama hati
Menyemai benih
Bekal hidup pada pergantian misteri
Santri,
Bukan seperti apa ia berpenampilan
Tapi bagaimana ia membelai Tuhan
Baca Juga: Siapa Irjen Teddy Minahasa? Jadi Kapolda Jatim Gantikan Irjen Nico Afinta, Bongkar Judi Online 303
Itulah contoh puisi untuk memperingati Hari Santri Nasional tahun 2022, penuh makna dan semangat.***

Share this article
Simak berikut ini puisi tema Hari Santri Nasional. Puisi ini bisa dipakai sebagai ungkapan agamis nan penuh makna.