AYOJAKARTA.COM - Perayaan Maulid Nabi di tandai sebagai peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Rasulullah lahir pada 12 Rabiul Awal atau sekitar 570 masehi, yang dimana kelahirannya diperingati sebagai tahun gajah.
Di Indonesia perayaan Maulid Nabi sering kali diperingati sebagai hari libur nasional, dan tidak jarang juga diadakan berbagai acara untuk memperingatinya.
Lantas apa sebenarnya makna dari maulid Nabi itu sendiri?.
Dilansir AyoJakarta.com dari zakat.or.id, Minggu (10/9/2023) ada lima makna yang dapat menjelaskan arti dari peringatan maulid Nabi Muhammad SAW, di antaranya sebagai berikut:
1. Rasa Syukur
Datangnya Maulid Nabi Muhammad SAW dapat dimaknai sebagai rasa syukur karena telah lahir Rasulullah yang menyebarkan suri tauladan kebaikan untuk umatnya. Semasa hidupnya, ia tidak pernah putus asa untuk menyebarkan kebaikan bagi umatnya dimuka bumi ini untuk mengajarkan bahwa agama islam membawa kebaikan.
Sifat kerja keras dan kegigihan yang ia milikinya dapat menjadi contoh untuk semua umatnya agar tidak pernah berputus asa dalam kebaikan seperti yang sudah diajarkan olehnya.
2. Mengingat Perjuangan Nabi Muhammad
Nabi Muhammad SAW memulai syiar agama Islam secara sembunyi-sembunyi. Nabi Muhammad SAW menyiarkan Islam kepada kerabat terdekatnya terlebih dahulu seperti keluarga dan sahabatnya, yang kemudian turunlah surat Al-Muddatsir 1-7 untuk memperluas syiar Nabi Muhammad SAW secara terang-terangan.
Dengan adanya dukungan dari keluarga dan sahabat terdekat Rasulullah menjadi semakin tangguh dalam perjuangannya. Dengan adanya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat mengingatkan kita bahwa Islam telah membawa kebaikan dengan berpedoman Al-Qur’an.
Baca Juga: 4 Amalan di Bulan Maulid Nabi Muhammad SAW, Rugi Kalau Ditinggalkan!
3. Dzikir dan Doa
Selain itu, peringatan Maulid Nabi Muhammad pun dapat mengingatkan kita untuk senantiasa melantunkan dzikir dan doa, dengan mengumandangkan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW agar mendapatkan syafaat di akhirat kelak.
Lantunan doa dan dzikir kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk meneladani sifat-sifat dan akhlak terpuji dari Nabi Muhammad SAW. Sifat itu diantaranya siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan), dan fatonah (cerdas).
4. Sebagai Syiar Islam
Makna utama dari acara Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk dakwah yang dapat menguatkan akidah umat Islam. Selain itu, dengan adanya syiar Islam dapat memberikan nilai sosial sholawat bersama, dan memuliakan tamu dalam perkumpulan acara Maulid Nabi Muhammad SAW.
Adanya syiar Islam tidak hanya berfokus pada mendengarkan dakwah atau ceramah, dapat juga dilakukan dengan cara yang menarik seperti makan bersama setelah mengaji, maka dengan begitu kebersamaan akan semakin khidmat saat memperingati acara Maulid Nabi.
Baca Juga: Contoh Teks Pidato Singkat Bertema tentang Nabi Muhammad, Cocok untuk Acara Maulid Nabi!
5. Belajar Silsilah Keluarga Nabi Muhammad
Memperingati acara Maulid Nabi Muhammad SAW dapat menjadi kesempatan untuk kita dapat mempelajari tentang silsilah keluarga Nabi Muhammad SAW, dimulai dari nama Ibunda Rasulullah yaitu Siti Aminah, Ayahnya bernama Abdullah, Pamannya yang bernama Abu Thalib, Istri tercinta yang bernama Siti Khadijah, Putri kesayangannya yang bernama Siti Fatimah, serta Cucu Rasulullah yang bernama Hasan dan Husein.
Demikian makna yang dapat kita ambil dari Acara peringatan Nabi Muhammad SAW, sebagai Nabi yang diutus Allah SWT untuk menyebarkan kebaikan melalui dakwah yang disampaikan kepada seluruh umatnya.***
Share this article
Lima makna perayaan hari Maulid Nabi Muhammad SAW yang belum banyak diketahui, salah satunya mengingat perjuangan Rasulullah.