AYOJAKARTA.COM -- Puasa penuh selama bulan Ramadhan merupakan salah satu jenis ibadah yang memiliki berbagai macam keistimewaan.
Bukan sekedar menahan lapar dan dahaga dari terbit fajar hingga terbenamnya matahari, puasa Ramadhan juga mewajibkan pelakunya untuk melakukan pengendalian diri.
Karena berbagai dampak positif yang dapat ditimbulkan, ibadah puasa Ramadhan juga banyak disebut-sebut oleh para ulama sebagai bulan penuh hikmah atau nilai.
Salah satu dari sekian banyak hikmah puasa Ramadhan yang paling bernilai adalah bisa berkenalan secara langsung dengan aspek mendalam pada diri manusia, yakni Rasa Jiwa.
Tidak jauh berbeda dengan lidah yang merupakan indera pengecap untuk benda atau materi, Rasa pada Jiwa lebih mendalam karena menjadi pengecap perubahan emosi.
Sebagai acuan dalam melakukan introspeksi diri selama menyambut datangnya puasa Ramadhan, berikut adalah hikmah yang terdapat didalamnya.
Dalam salah satu kajian, Ustadz Abdul Somad menyebut hikmah pertama yang diperoleh dari orang beriman yang melakukan ibadah puasa adalah menimbulkan rasa empati.
Baca Juga: Dulang Cuan! 4 Peluang Bisnis di Ramadhan, Omset Naik 3-5 Kali Lipat
Berbeda dengan simpati yang datang tanpa terlebih dahulu merasakan peristiwa, empati memiliki nilai lebih mendalam karena pernah mengalami.
Orang beriman yang terbiasa merasakan lapar, haus, dan berbagai macam tekanan hidup, akan cenderung menjadi lebih mudah dalam memahami perasaan .
Sehingga puasa Ramadhan akan menjadikan siapapun yang melakukannya memperoleh kesempatan lebih mampu merasakan kondisi orang lain.
Hikmah kedua dari menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan adalah melatih orang beriman untuk bisa lebih menghargai dan mengelola waktu.
Puasa Ramadhan, menurut Ustadz Abdul Somad juga melatih dan mendidik orang beriman meningkatkan rasa sabar, mengendalikan diri sehingga tidak mudah tersulut emosi.
Merasakan kelemahan manusia yang bersumber dari makan, mengajarkan orang yang beriman tentang pentingnya menjaga segala keharmonisan.
Sehingga hikmah selanjutnya dari melaksanakan ibadah puasa Ramadhan adalah melatih seseorang untuk belajar mengenali kondisi di dalam dirinya sendiri.
Keinginan kuat untuk tidak selalu mengikuti segala hawa nafsu akan membiasakan orang beriman menjadi lebih selaras dan seimbang dengan siklus kehidupan.
Baca Juga: Tips agar Mendapatkan Lailatul Qodar, Faedah Menghidupkan Malam-Malam Ramadhan
Adapun hikmah kelima yang diperoleh orang beriman adalah melatih untuk lebih dekat secara kesadaran akan sifat Tuhan yang Segala Maha.
Meski berada di dalam ruangan Paling Rahasia, kesadaran selalu Diperhatikan oleh Tuhan menjadikan orang beriman memiliki hubungan lebih dekat dengan Pencipta.
Sehingga output pribadi yang akan didapat oleh orang beriman setiap kali menyelesaikan ibadah puasa adalah kesucian atau Fitri, dan secara konsisten berusaha menjaganya.***

Share this article
Puasa penuh selama bulan Ramadhan merupakan salah satu jenis ibadah yang memiliki berbagai macam keistimewaan.