AYOJAKARTA.COM- Pada 10 Dzulhijjah umat Islam di seluruh belahan dunia akan merayakan hari raya Idul Adha.
Pasalnya hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha datangnya hanya sekali dalam satu tahun.
Keduanya merupakan hari besar Islam dengan fadlilah yang berbeda. Hari besar ini memiliki keutamaan masing-masing dan juga memiliki kesunahan yang berbeda.
Namun Ibadah sunnah tahun ini juga mempunyai ciri khas masing-masing. Pertama hari raya Idul Fitri identik dengan saling bermaaf-maafan, berkunjung ke sanak famili dan para kerabat.
Baca Juga: Download Video dari YouTube dengan Mudah Melalui Y2mate.com, Berikut Langkah Penggunaannya !
Untuk hari raya Idul Adha yang biasa dikenal dengan hari raya kurban atau hari raya haji, karena pada hari itu kegiatan kurban dan ibadah haji dilaksanakan.
Sebagai ibadah wajib tahunan, maka hendaknya umat muslim melaksanakan ibadah tersebut sesempurna mungkin dengan menjalankan semua amalan sunah pada hari tersebut. Niatnya tulus dan mengharap pahala dari Allah SWT.
Adapun kesunahan yang dianjurkan oleh para ulama selama Idul Adha yang telah dirangkum AyoJakarta.com sebagai berikut :
Pertama, mengumandangkan takbir di masjid-masjid, mushola dan rumah-rumah pada malam hari raya. Kegiatan ini dimulai dari terbenamnya matahari sampai imam naik ke mimbar untuk berkhotbah pada hari raya Idul Adha dan sampai hari terakhir tanggal 13 Dzulhijjah pada hari tasyriq.
Anjuran mengagungkan, memuliakan dan menghidupkan nya ini sebagaimana terdapat dalam kitab Raudlatut Thalibin:
فَيُسْتَحَبُّ التَّكْبِيرُ الْمُرْسَلُ بِغُرُوبِ الشَّمْسِ فِي الْعِيدَيْنِ جَمِيعًا، وَيُسْتَحَبُّ اسْتِحْبَابًا مُتَأَكَّدًا، إِحْيَاءُ لَيْلَتَيِ الْعِيدِ بِالْعِبَادَةِ
Artinya:
"Disunahkan mengumandangkan takbir pada malam hari raya mulai terbenamnya matahari, dan sangat disunnahkan juga menghidupkan malam hari raya tersebut dengan beribadah, "
Kedua, melaksanakan kegiatan mandi untuk shalat id sebelum berangkat ke masjid. Hal tersebut boleh dilakukan mulai pertengahan malam, sebelum waktu subuh, dan yang lebih utama adalah sesudah waktu subuh.
Adapun tujuan dari mandi adalah membersihkan anggota badan dari bau yang tidak sedap, dan membuat badan menjadi segar bugar. Maka mandi sebelum waktu berangkat adalah yang paling baik.
يُسَنُّ الْغُسْلُ لِلْعِيدَيْنِ، وَيَجُوزُ بَعْدَ الْفَجْرِ قَطْعًا، وَكَذَا قَبْلَهُ، ويختص بالنصف الثاني من الليل
Artinya:
"Disunahkan mandi untuk shalat id, untuk waktunya boleh setelah masuk waktu subuh atau sebelum subuh, ata pertengahan malam, "
Baca Juga: Kapan Idul Adha 2023? Ini Jadwal Muhammadiyah dan SKB 3 Menterinya
Ketiga, disunahkan memakai wangi-wangian, memotong rambut, memotong kuku, menghilangkan bau-bau yang tidak enak. Hal ini dilakukan untuk bisa memperoleh keutamaan hari raya idul adha.
Dalam kitab Al-Majmu’ Syarhul Muhaddzab terdapat keterangan mengenai amalan sunah ini:
والسنة أن يتنظف بحلق الشعر وتقليم الظفر وقطع الرائحة لانه يوم عيد فسن فيه ما ذكرناه كيوم الجمعة والسنة أن يتطيب
Artinya:
"Disunnahkan pada hari raya id membersihkan anggota badan dengn memotong rambut, memotong kuku, menghilangkan bau badan yang tidak enak. Karena amalan tersebut sebagaimana dilaksanakan pada hari Jumat, dan disunnahkan juga memakai wangi-wangian, "
Keempat, memakai pakaian yang paling baik, bersih dan suci. Jika tidak ada, maka cukup memakai pakaian yang bersih dan suci.
Dalam kitab Raudlatut Thalibin dijelaskan:
وَيُسْتَحَبُّ أَنْ يَلْبَسَ أَحْسَنَ مَا يَجِدُهُ مِنَ الثِّيَابِ، وَأَفْضَلُهَا الْبِيضُ، وَيَتَعَمَّمُ. فَإِنْ لَمْ يَجِدْ إِلَّا ثَوْبًا، اسْتُحِبَّ أَنْ يَغْسِلَهُ لِلْجُمُعَةِ وَالْعِيدِ، وَيَسْتَوِي فِي اسْتِحْبَابِ جَمِيعِ مَا ذَكَرْنَاهُ، الْقَاعِدُ فِي بَيْتِهِ، وَالْخَارِجُ إِلَى الصَّلَاةِ، هَذَا حُكْمُ الرِّجَالِ. وَأَمَّا النِّسَاءُ، فَيُكْرَهُ لِذَوَاتِ الْجَمَالِ وَالْهَيْئَةِ الْحُضُورُ، وَيُسْتَحَبُّ لِلْعَجَائِزِ، وَيَتَنَظَّفْنَ بِالْمَاءِ، وَلَا يَتَطَيَّبْنَ، وَلَا يَلْبَسْنَ مَا يُشْهِرُهُنَّ مِنَ الثِّيَابِ، بَلْ يَخْرُجْنَ فِي بِذْلَتِهِنَّ.
Artinya:
"Disunahkan memakai pakaian yang paling baik, dan yang lebih utama adalah pakaian warna putih dan juga memakai serban. Jika hanya memiliki satu pakaian saja, maka tidaklah mengapa ia memakainya. Ketentuan ini berlaku bagi kaum laki-laki yang hendak berangkat shalat id maupun yang tidak. Sedangkan untuk kaum perempuan cukuplah ia memakai pakaian biasa sebagaimana pakaian sehari-hari, dan janganlah ia berlebih-lebihan dalam berpakaian serta memakai wangi-wangian, "
Kelima, ketika berjalan menuju ke masjid atau pun tempat shalat id hendaklah berjalan kaki karena hal itu lebih utama. Namun untuk para orang yang telah berumur dan orang yang tidak mampu berjalan, maka dibolehkan untuk berangkat dengan menggunakan kendaraan.
Baca Juga: Nyaleg Jadi Anggota DPR RI, Aldi Taher: Pilih Aja Dulu, Gue Juga Belum Tahu Mau Ngapain
Hal ini sebagaimana sabda Nabi SAW riwayat dari Ibnu Umar:
كَانَ يَخْرُجُ إلَى الْعِيدِ مَاشِيًا وَيَرْجِعُ مَاشِيًا
Artinya:
"Rasulullah SAW berangkat untuk melaksanakan shalat id dengan berjalan kaki, begitupun ketika pulang tempat shalat id, "
Keenam, untuk hari raya Idul Adha disunnahkan makan setelah selesai melaksanakan shalat id. Hal ini berbeda dengan hari raya Idul Fitri disunahkan makan sebelum melaksanakan shalat id.
Pada zaman Nabi SAW, makanan tersebut berupa kurma dengan jumlah yang ganjil, entah itu satu biji, tiga biji ataupun lima biji sebagai makan pokoknya orang arab.
Jika di Indonesia makanan pokok adalah nasi, akan tetapi jika memiliki kurma maka hal itu lebih utama. Dan jika tidak mendapatkannya, maka cukuplah dengan makan nasi atau sesuai dengan makanan pokok daerah tertentu.
عن بريدة رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لا يخرج يوم الفطر حتى يطعم ويوم النحر لا يأكل حتي يرجع
Artinya:
"Diriwayatkan dari sahabat Buraidah RA, bahwa Nabi SAW tidak keluar pada hari raya Idul Fitri sampai beliau makan, dan pada hari raya Idul Adha sehingga beliau kembali ke rumah"
Diriwayatkan juga dari sahabat Anas RA:
انَّ رَسُول اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لَا يَخْرُجُ يوم الفطر حتى يأكل تمرات ويأكلهن وترا
Baca Juga: Fitur-Fitur Baru Whatsapp Mei 2023, Mulai Polling hingga Edit Chat!
Artinya:
"Rasulullah SAW tidak keluar pada hari raya Idul Fitri sampai beliau makan beberapa kurma yang jumlahnya ganjil, "

Share this article
Sebagai ibadah wajib tahunan, maka hendaknya umat muslim melaksanakan ibadah tersebut sesempurna mungkin sesuai syariat Islam