AYOJAKARTA.COM---Sebelum memasuki lebaran, akan dilakukan kegiatan mengamati hilal untuk hasil sidang Isbat dalam tentukan Idul Fitri. Ustaz Abdul Somad menyampaikan kegiatan ini biasanya dilakukan pada hari ke-29 Ramadan.
Ustaz Abdul Somad menjelaskan bahwa Hilal atau anak bulan dipantau kemunculannya untuk menentukan awal Ramadan dan juga untuk menentukan kapan lebaran atau Hari Raya Idul Fitri yang disampaikan pada sidang Isbat.
Pada lebaran tahun ini beredar kabar bahwa akan ada perbedaan lebaran bahkan sebelum keputusan sidang Isbat diumumkan. Pasalnya ada yang sudah menentukan Idul Fitri jatuh pada hari Jumat (21/4/2023), Ustaz Abdul Somad pun mengerti bahwa ada juga yang menilai lebaran jatuh pada hari Jumat (22/4/2023).
Baca Juga: Beda, Bolehkah Berpuasa Saat Sudah Ada yang Merayakan Lebaran? Ini Penjelasannya!
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Ayo Belajar Islam (20/4/2023), menjelaskan bahwa proses pemantauan hilal dilakukan di berbagai daerah di Indonesia dari Sabang, Aceh hingga ke Papua.
Namun tidak semua daerah dapat mengamati kemunculan hilal dengan jelas karena ada wilayah-wilayah yang memiliki cuaca berawan sehingga kesulitan melihat hilal meskipun menggunakan teropong.
Jika pada pengamatan hilal di hari ke-29 Ramadan belum nampak hilal, maka umat muslim wajib menjalankan puasa di hari ke-30 Ramadan yaitu pada Jumat 21 April 2024.
Baca Juga: Buya Yahya Ungkap Keutamaan Puasa Syawal 6 Hari, MasyaAllah Pahalanya Luar Biasa!
“Berhari rayalah kamu kalau nampak anak bulan pada petang Hari Kamis tanggal 29. Kalau petang Kamis 29 itu tak nampak anak bulan, sempurnakanlah puasa 30 hari,” kata Ustaz Abdul Somad.
Dengan begitu maka Hari Raya Idul Fitri 1444 H dapat ditentukan akan jatuh pada Hari Sabtu (22/4/2023).
Jadi umat muslim harus menunggu keputusan dari sidang Isbat yang menggunakan metode rukyat. Ustaz Abdul Somad menjelaskan bahwa ada metode lain yang digunakan.
Yaitu metode hisab dengan cara menghitung ketinggian hilal di atas ufuk, inilah yang dilakukan oleh umat muslim Muhammadiyah yang menetapkan hilal sudah muncul walaupun hanya 1 atau 0,5 derajat saja.
Baca Juga: Kementerian Agama Turunkan Tim Pemantau Hilal di 123 Titik Seluruh Indonesia, dari Aceh hingga Papua
Berbeda halnya dengan Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia Singapura yang baru menganggap adanya hilal setelah kemunculannya minimal 3 derajat.
Menyikapi adanya kemungkinan perbedaan lebaran, Ustaz Abdul Somad menghimbau untuk mengikuti organisasi sosial masing-masing dan saling menghormati mengingat Indonesia merupakan negara yang menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika.
“Jadi kalau kebetulan ada di antara masyarakat ikut Muhammadiyah, kita hormati hari rayanya Hari Jumat. Kalau kebetulan ibu bapak ikut metode rukyat, mana tahu berbeda nanti, berarti dia hari raya Sabtu,” kata Ustaz Abdul Somad.***

Share this article
Ustaz Abdul Somad menjelaskan bahwa Hilal atau anak bulan dipantau kemunculannya untuk menentukan awal Ramadan dan Hari Lebaran