AYOJAKARTA.COM - Dalam satu kajian, Mbah Moen menyebut tentang salah satu tanda datangnya akhir zaman adalah dengan hadirnya Imam Mahdi.
Imam Mahdi, menurut Mbah Moen merupakan pembaharu Islam yang masih keturunan Nabi Muhammad SAW.
“Sebab pembaharu Islam terakhir, Imam Mahdi adalah keturunan Kanjeng Nabi,” ujar Mbah Moen di hadapan jemaah.
Mbah Moen juga menyebut tentang sifat dari para ahlul bait atau orang-orang alim yang mendapat petunjuk.
Baca Juga: Simpel! Ini 2 Pilihan Doa Buka Puasa, Kamu Baca yang Mana? Ustaz Adi Hidayat Anjurkan Begini..
Ahlul bait atau orang yang haram menerima zakat karena masih keturunan Baginda Rasulullah SAW, memiliki sifat khas.
“Niatnya tulus hanya karena Allah, bukan untuk cari duit apalagi sampai menipu orang,” jelas Mbah Moen.
Meski demikian, jika ada keturunan Nabi Muhammad SAW yang masih bersifat keduniawian, umat tidak bersikap merendahkan apalagi sampai mencela.
Karena itu, Mbah Moen berpesan jika ada orang yang pernah merasakan menjadi korban penipuan, belajar untuk merelakan.
Baca Juga: Wajib Tahu! Meludah di Sembarang Tempat Bisa Membuat Rezeki Seret, Ini Kata Mbah Moen
Sikap merelakan dan ikhlas merupakan ajaran yang dibawa dan dianjurkan oleh para Sayyid atau keturunan Nabi.
Dengan belajar atau berguru kepada para Sayyid, maka akan mendapat kemudahan dan keberkahan serta ilmu yang bermanfaat.
“Makanya orang Jawa bisa banyak kiai, penyebabnya dari sini, karena berguru kepada para Sayyid atau keturunan Nabi,” jelas Mbah Moen.
Hal tersebut yang kemudian membuat Mbah Moen memutuskan untuk memerintahkan para keturunannya berguru kepada Sayyid.
“Ada yang di Mekah, ada yang di Syria, saya perintahkan untuk mengaji kepada Sayyid,” terang Mbah Moen yang juga berguru kepada Sayyid.
Baca Juga: Sangat Istimewa! Mbah Moen Sebut Dunia Jadi Kacau Jika Tidak Ada Bulan Ramadan, Ini Alasannya
Salah satu alasan cepat berkembangnya populasi Islam di Indonesia, menurut Mbah Moen karena saat itu ulama Indonesia banyak yang berguru ke para Sayyid.
Berdasarkan penjelasan Mbah Moen, para Sayyid itu mulai muncul di Mekah pada tahun 1.100 Hijriah di mana Ayah dari Syekh Jafar Al Barzanji menjadi pendahulu.
“Pada tahun 1200, ada Sayyid Besar yakni Sayyid Murtadlo, pengarang Syarah Ihya Ulumuddin yaitu Kitab Ithafu Saadatil Muttaqin,” terang Mbah Moen.
"Sayyid Murtadlo mempunyai murid Kiai Abdul Manan, punya murid Kiai Abdullah, punya murid Kiai Mahfud, punya murid Hasyim Asyari," kata Mbah Moen meneruskan.
“Dari Sayyid Murtadlo sampai ke Kiai Mahfud, punya murid Kiai Faqih Maskumambang, punya murid Ayah saya, Ayah saya punya murid saya,” imbuh Mbah Moen.
Baca Juga: Banyak Orang Masuk Surga di Bulan Ramadan, Benarkah? Begini Penjelasan Mbah Moen
Sedangkan para Sayyid yang pertama menempati Madinah adalah Sayyid Jafar Shodiq, ayah serta kakeknya.
“Kalau sudah muncul Sayyid-sayyid menjadi Mujaddid atau Pembaharu Islam, kita diingatkan Allah SWT dengan hari kiamat,” pungkas Mbah Moen.
Demikian ciri datangnya hari akhir seperti dikutip Ayojakarta pada Kamis 30 Maret 2023 dari YouTube eL Yeka.***

Share this article
Hadirnya Imam Mahdi atau Pembaharu Islam menurut Mbah Moen menjadi tanda akan datangnya hal ini, apa itu?