AYOJAKARTA.COM--Sidang isbat yang dilakukan pada Rabu (22/3/2023) untuk memutuskan 1 Ramadan 1444 Hijriah dilakukan secara tertutup, ternyata hal ini memiliki tujuan yang penting menurut Ustaz Abdul Somad.
Hasil pengumuman sidang isbat dibacakan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam konferensi pers penetapan 1 Ramadan.
Semula sidang isbat yang dilakukan di Indonesia dilakukan secara terbuka tetapi ternyata menimbulkan kesalahpahaman dari berbagai pihak.
Pasalnya sebelum sidang isbat dilakukan secara tertutup, kerap kali ada perbedaan penentuan 1 Ramadan dari Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Akibat dari perbedaan ini menimbulkan perpecahan antara sesama umat muslim.
Baca Juga: Apa Hukumnya Menggosok Gigi Saat Sedang Puasa? Begini Kata Ustaz Abdul Somad
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Tanya UAS (23/3/2023), Ustaz Abdul Somad menyadari bahwa masyarakat kadang bingung dalam menjalankan ibadah puasa di hari pertama Ramadan ketika ada perbedaan keputusan penentuan 1 Ramadan.
Menurut Ustaz Abdul Somad pertentangan penentuan 1 Ramadan terjadi antar masyarakat karena sidang Isbat diekspose atau dilakukan sidang isbat terbuka.
“Sidang isbat di ruang tertutup, mau kelahi antara NU, kelahi di ruang tertutup itu, tapi suara yang keluar tetap satu,” kata Ustaz Abdul Somad.
Maka dari itu pemerintah memutuskan untuk melakukan sidang Isbat secara tertutup, jadi ketika ada perbedaan pendapat antara Muhammadiyah dan NU dapat didiskusikan terlebih dahulu secara internal tanpa diketahui masyarakat.
Baca Juga: 10 Tips Doa Cepat Diijabah Allah SWT Menurut Ustaz Abdul Somad, Nomor 9 Paling Penting !
Keputusan pemerintah untuk melakukan sidang isbat secara tertutup atas dasar masukan dari berbagai organisasi masyarakat Islam.
Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir dampak negatif berupa kesalahpahaman sejumlah pihak yang belum mengetahui prosedur penentuan 1 Ramadan.
Yang membuat keduanya kadang kali memiliki perbedaan dalam menentukan 1 Ramadan adalah karena penetapan angka minimal.
NU menetapkan angka 2 derajat untuk dapat mengatakan hilal, maka jika kurang dari 2 derajat belum bisa ditentukan sebagai hilal.
Sedangkan Muhammadiyah memiliki ketetapan angka yang berbeda, bahwa 0,5 derajat pun sudah bisa dikatakan hilal.
Nantinya ketika sudah mencapai kata sepakat dalam sidang isbat tertutup maka baru diumumkan kepada masyarakat, sehingga masyarakat menerima satu suara.
Hal ini juga terjadi di Mesir antara hisab ilmu astronomi dengan rukyat, dengan diskusi yang dilakukan secara internal tersebut dinilai sangat baik oleh Ustaz Abdul Somad.
“Andai ini terjadi amat sangat baik, bagus, positif, orang luar agama kita tidak membenturkan kita,” kata Ustaz Abdul Somad.
Baca Juga: Ayo Hafalkan! Begini Doa Berbuka Puasa dan Sahur Ramadan, Jangan Sampai Lupa
Menteri Agama juga menyampaikan harapannya mengenai sidang isbat yang bisa menjadi simbol kebersamaan seluruh umat Islam di Indonesia, dikutip AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompas TV (23/3/2023).
“Kita berharap dengan hasil sidang isbat seluruh umat Islam Indonesia menjalankan puasa Ramadan secara bersama-sama. Semoga jadi simbol kebersamaan umat Islam di Indonesia,” kata Yaqut Cholil.***

Share this article
Menurut Ustaz Abdul Somad pertentangan penentuan 1 Ramadan terjadi antar masyarakat karena sidang Isbat diekspose atau dilakukan terbuka