AYOJAKARTA.COM – Ustadz Abdul Somad atau yang akrab dipanggil UAS selalu bersemangat dalam memberikan ceramah dan dakwah.
Salah satu ceramahnya pernah mengambil tema nikmat manusia.
Berbicara tentang nikmat, sebagai sesuatu yang bisa dirasakan manfaatnya, pasti banyak yang berpikir bahwa nikmat itu terkait harta benda. Benarkah demikian?
Ustadz Abdul Somad pernah menjelaskan bahwa ada nikmat yang sesungguhnya nikmat. Nikmat yang dinanti-nantikan dan setiap muslim inginkan pada akhirnya. Nikmat apakah itu?
Dikutip melalui Youtube Diary' Vika pada 27 Januari 2023 oleh Ayojakarta.com, Ustadz Abdul Somad menjelaskan nikmat yang sesungguhnya, sebagaimana berikut ini.
"Nikmat terbesar bagi kita hari ini bukan kaya," buka Ustadz Abdul Somad.
Ustadz Abdul Somad pun melanjutkan bahwa banyak harta belum tentu bisa menolong. Bahkan saat di hadapan Allah SWT.
"Karena banyak orang kaya tetapi hartanya tidak bisa menolong di hadapan Allah," kata Ustadz Abdul Somad.
Baca Juga: Apakah Kredit Rumah dengan Sistem KPR Itu Riba? Simak Penjelasan Ustadz Adi Hidayat Menurut Islam
Kemudian Ustadz Abdul Somad menambahkan nikmat jabatan yang mana itu merupakan salah satu nikmat yang dicari oleh manusia.
"Niat terbesar bagi kita hari ini bukanlah jabatan," tambah UAS.
Ia mengajak umat Islam untuk bermuhasabah dan merenungkan soal jabatan ini.
"Kenapa berat dan banyak jabatan, tapi tidak bisa menolong melepaskan dari neraka jahanam," terang Ustadz Abdul Somad.
Jabatan yang berat, bahkan banyak tidak dapat melepaskan manusia dari siksa neraka jahanam. Hal ini diperjelas melalui kalimat Ustadz Abdul Somad sebagaimana berikut ini.
"Kalaulah manusia itu mulia karena jabatan, maka Firaun jauh lebih mulia," kata UAS.
Ustadz Abdul Somad juga menjelaskan apabila harta yang membuat manusia menjadi mulia. Menurutnya, apabila manusia mulia karena harta maka qarun sampai hari ini, harta yang tertimbun di dalam tanah.
"Kalaulah orang mulia karena otaknya. Maka tidak ada yang lebih cerdas daripada Haman," tambah Ustadz Abdul Somad.
Video diakhiri dengan sebuah kalimat dari Ustadz Abdul Somad yang mengungkapkan nikmat yang sesungguhnya.
"Tapi kemuliaan terletak pada, 'Allahummaj'al akhira kalamina,' Ya Allah jadikanlah akhir kalam kami (hidup kami) 'indatihaj ajalina' ketika ajal sampai yang terakhir, ucapan akhir yang keluar dari mulut adalah 'La illaha illallah,'" tutup Ustadz Abdul Somad.
Bacaan tahlil atau kalimat tauhid 'la illaha illallah' merupakan nikmat yang sesungguhnya dari umat muslim ketika keluar saat ajal menjemput.***

Share this article
Ustadz Abdul Somad pernah menjelaskan bahwa ada nikmat yang sesungguhnya nikmat. Nikmat apa yang dimaksud?