AYOJAKARTA.COM – Dalam menjalani bulan suci Ramadhan, setiap umat islam berusaha mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui ibadah.
Salah satu praktik yang menjadi sorotan, terutama pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, adalah i'tikaf.
I'tikaf merupakan ibadah yang dilakukan dengan mengisolasi diri di dalam masjid, fokus pada dzikir, doa, dan ibadah lainnya.
Namun, muncul pertanyaan Apakah wanita boleh melakukan i'tikaf di masjid selama periode ini?
I'tikaf di masjid bagi wanita memunculkan beragam pandangan dan interpretasi.
Untuk memahami lebih lanjut, berikut penjelasan Ustadzah Halimah Alaydrus tentang perempuan i'tikaf di masjid.
Dilansir AyoJakarta.com dari video YouTube Ustdzah Halimah Alaydrus yang diunggah 9 Mei 2021, berikut jawaban “Apakah wanita boleh i'tikaf di masjid?”.
Ustadzah Halimah Alaydrus menjelaskan bahwa Nabi Muhammad melakukan i'tikaf pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan.
Dalam riwayat, Nabi Muhammad bahkan membangunkan istrinya untuk i'tikaf di 10 malam terakhir Ramadhan.
Tetapi memang ada adab dan etika dalam menjalani i'tikaf di malam-malam terakhir bulan suci Ramadhan.
“Sebenarnya wanita bagus–bagus aja beriktikaf di masjid tapi harus memperhatikan adab,” ujar Ustadzah Halimah Alaydrus.
Salah contoh adab wanita yang beriktikaf di masjid yaitu tidak bersolek agar tidak menimbulkan syahwat bagi pria yang bukan mahram.
Dalam Islam, terdapat anjuran memanfaatkan 10 malam terakhir Ramadhan dengan ibadah yang mendalam.
Laki-laki umumnya disarankan untuk melakukan i'tikaf di masjid, sementara wanita dianjurkan untuk beribadah di rumah.
Pendapat yang disampaikan Ustadzah Halimah Alaydrus sejalan dengan pandangan ulama seperti Imam Al-Baijuri.
Namun, hal ini tidak mengurangi nilai ibadah. Sebaliknya, wanita juga diberikan panduan untuk meraih pahala ibadah di rumah.
Sebagaimana yang dilakukan oleh Aisyah binti Umar, yang membangun mushola di rumahnya untuk beribadah.
“Diperkenankan bagi wanita i'tikaf di dalam rumah jika dia menjadikan salah satu bagian dari ruangan untuk tempat ibadah,” ujarnya.
I'tikaf bagi wanita tersebut menjadi cara agar tetap mendapatkan pahala tanpa harus meninggalkan rumah.
Jadi, meskipun wanita tidak secara khusus disarankan untuk melakukan i'tikaf di masjid selama sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Wanita masih memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pahala dengan beribadah di rumah.
Share this article
Untuk memahami lebih lanjut, berikut penjelasan Ustadzah Halimah Alaydrus tentang perempuan i'tikaf di masjid.