AYOJAKARTA.COM – Sebagaimana Idul Fitri, salat Idul Adha merupakan salah satu jenis salat sunah muakad atau sangat dianjurkan pelaksanaannya bagi kaum muslim.
Karena hanya dilakukan setahun sekali, tidak sedikit kaum muslim yang perlu menggali ingatannya mengenai tata cara pelaksanaan salat Idul Adha.
Sebagai salah satu acuan bagi kaum muslim dalam menjalankan sunah muakad, berikut rangkaian tata cara pelaksanaan salat Idul Adha dikutip ayojakarta.com dari Instagram @majalahbilal, Senin (17/6/2024).
Sebelum melakukan salat Idul Adha, pastikan kondisi lahir dan batin sudah dalam keadaan bersiap untuk memulai peribadatan.
Baca Juga: 4 Tips Mendapatkan Saf di Lantai Utama Masjid Istiqlal saat Salat Idul Adha, Jemaah Wajib Tahu!
Seperti pelaksanaan ibadah keagamaan lainnya, hal mendasar dan paling pokok dilakukan sebelum memulai salat Idul Adha adalah berniat.
Adapun bacaan niat melaksanakan salat Idul Adha sebagai makmum adalah Ushalli sunnatan ‘lidil adha rok'ataini mustaqbilal qiblati makmuman lillahi ta'ala.
Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan saat salat Idul Adha adalah memulai takbiratul ihram sebagaimana salat pada umumnya.
Setelah takbiratul ihram, tahapan selanjutnya adalah dengan melakukan takbir zawaid atau takbir tambahan sebanyak tujuh kali di rakaat pertama.
Pada masing-masing takbir zawaid, baik imam maupun makmum salat Idul Adha memberikan sanjungan dan pujian kepada Allah SWT.
Adapun bentuk kalimat sanjungan yang umum diucapkan adalah dengan menggabungkan kalimat tasbih, tahmid, tahlil dan takbir atau disebut juga dengan zikir.
Kalimat sanjungan yang banyak diucapkan dalam setiap takbir zawaid adalah Subhanallah Walhamdulillah Wa Laa Ilaha Illallah Wallahu Akbar.
Setelah bacaan takbir sebanyak tujuh kali selesai dilakukan, langkah selanjutnya adalah mulai membaca Surah Al Fatihah dan menambahkan surat lain.
Baca Juga: Amalan Malam Hari Raya Idul Adha dari Mbah Moen, Lakukan Ini Setelah Salat Isya
Setelah imam selesai membaca salah satu surat sebagaimana tertulis dalam Alquran, langkah selanjutnya adalah melakukan gerakan salat seperti dalam salat wajib.
Setelah gerakan rukuk, itidal, iftirasy di sela sujud serta dua sujud dengan masing-masing bacaan berbeda selesai dilakukan, maka rakaat pertama selesai dilakukan.
Untuk memulai rakaat kedua salat Idul Adha, imam serta makmum akan kembali melakukan takbir zawaid sebagai awal rakaat baru.
Baca Juga: Bolehkah Mengerjakan Salat Idul Fitri di Tanah Lapang?
Berbeda dengan takbir zawaid di rakaat pertama, jumlah takbir pada rakaat kedua salat Idul Adha berjumlah lima kali.
Sebagaimana rakaat pertama, pada masing-masing takbir imam serta makmum membaca kalimat sanjungan kepada Allah SWT.
Langkah selanjutnya adalah dengan mengulang bacaan surah Al Fatihah dan surat pilihan untuk kemudian melakukan gerakan sebagaimana salat wajib hingga salam.***

Share this article
Ketahui tata cara salat Idul Adha yang sangat dianjurkan dan hanya dilakukan setahun sekali hanya di artikel ini.