AYOJAKARTA.COM -– Seiring dengan datangnya Ramadan 1444 Hijriah, yang akan berlangsung pada minggu ketiga Maret 2023, umat Muslim akan memasuki bulan Syaban, satu bulan sebelum Ramadan.
Malam Nifsu Syaban memiliki makna sejarah penting karena menandai malam ketika arah kiblat berubah dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram di Mekkah.
Nifsu sendiri adalah kata Arab yang berarti tengah, sehingga Nifsu Syaban adalah malam ke-15 bulan Syaban, yang dalam arti yang lebih luas, berarti malam ketika 300 pintu rahmat dan ampunan dibuka oleh Allah SWT bagi para pengikut-Nya yang beriman.
Baca Juga: WAJIB TAHU! 2 Doa Sambut Bulan Ramadhan, Baca Ini Sesuai Anjuran Rasulullah SAW Memasuki Bulan Suci
Dilaporkan oleh AyoJakarta.com dari saluran Youtube Belajar TV pada 24 Februari 2023, Ustaz Abdul Somad atau yang biasa dikenal sebagai UAS membagikan praktik terbaik untuk Nifsu Syaban.
Dalam video yang beredar, dia ditanya oleh jemaah, "Apa praktik yang tepat untuk dilakukan selama Nifsu Syaban?"
"Berpuasa sunnah," jawab UAS dengan dua kata.
Ustaz Abdul Somad menjelaskan bagaimana Nabi Muhammad berpuasa selama bulan Syaban, bahkan salah satu istri Nabi berkomentar, "Nabi (Muhammad SAW) biasa berpuasa sepanjang bulan Syaban," jelasnya.
Kapan malam Nifsu Syaban 2023?
Malam Nifsu Syaban pada tahun 2023 akan jatuh pada Senin, 6 Maret 2023, atau Selasa, 7 Maret 2023. Hal ini disebabkan oleh perubahan tanggal hijriah pada sore menuju malam, karena mengikuti kalender bulan.
Baca Juga: Bagikan 4 Saran Amalan Agar Rezeki Lancar, Mbah Moen Ungkap Hal Ini!
Sebelumnya, Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa bulan Syaban adalah bulan yang disebutkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam hadits yang sahih sebagai bulan yang sering dilupakan keutamaannya oleh banyak orang.
Menurut Ustaz Adi Hidayat, banyak orang yang meningkatkan ibadah pada bulan Rajab dan Ramadan, sehingga melupakan keutamaan bulan Syaban.
Padahal, menurut Mbah Moen bulan Syaban adalah bulan Nabi Muhammad SAW, sebagaimana Bulan Rajab adalah Bulannya Allah dan Bulan Ramadan adalah bulannya umat dari Nabi Muhammad SAW.
Baca Juga: Wajib Tahu! Ustaz Adi Hidayat Bocorkan Kemuliaan Dari Shalat Subuh
Hadits yang dibacakan dengan bahasa arab dan bahasa Jawa oleh K.H. Maimoen Zubair.
"Enten hadits, 'Rajaba Syahrullah, wasya'banna syahrii, waramadhana syahri ummati,' Rajab itu Bulan Allah, dan Syaban bulanku (Nabi Muhammad SAW), dan Ramadan itu bulan umatku," kata Mbah Moen.***(Zharifah Ardiana)

Share this article
Malam Nifsu Syaban memiliki makna sejarah penting karena menandai malam ketika arah kiblat berubah dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram di M