AYOJAKARTA.COM - Malam Nisfu Syaban adalah malam mulia menurut sebagian kalangan, sehingga mereka pun mengkhususkan amalan tertentu pada malam tersebut.
Lantas benarkah malam Nisfu Syaban mempunyai amalan atau keutamaan tertentu dibandingkan dengan malam-malam di bulan lainnya?
Dan apakah Rasulullah SAW juga melakukan ibadah-ibadah tertentu pada malam nisfu Syaban tiba?
Baca Juga: Lakukan! 5 Amalan untuk Menghidupkan Malam Nisfu Syaban Menurut Ustaz Abdul Somad: Banyak Ampunan
Mari bedah penjelasan terkait amalan dan keutamaan malam Nisfu Syaban seperti berikut ini.
Menyadur dari kanal YouTube Tamana Surga Net, pada Selasa (7/3/2023) terkait amalan-amalan tertentu apa yang dianjurkan pada saat malam Nisfu Syaban.
Nisfu artinya pertengahan, maka malam Nisfu Syaban artinya malam pertengahan di bulan Syaban.
Apabila kita merujuk kepada kalender Hijriyah, maka malam Nisfu Syaban akan jatuh pada tanggal 14 Syaban atau tepat pada tanggal Selasa, 7 Maret 2023.
Adapun terkait riwayat shahih tentang keutamaan memperbanyak puasa di bulan Syaban, namun perlu digarisbawahi bahwa alamat tersebut tanpa mengkhususkan sebagai hari-harinya.
"Aku tidak pernah sekalipun melihat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali bulan Ramadan, dan aku tidak pernah melihat beliau (banyak berpuasa) dalam suatu bulan kecuali bulan Syaban. Beliau berpuasa pada kebanyakan hari bulan Syaban." (HR. al-Bukhari: 1868 dan HR. Muslim: 782)
Adapun pengkhususan hari-hari tertentu pada bulan Syaban untuk berpuasa atau qiyamul lail seperti pada malam Nisfu Syaban, maka hadits-hadits lemah bahkan haditsnya ada yang palsu.
Sehingga Rasulullah SAW sendiri maupun dari para sahabatnya tidak mengkhususkan amalan-amalan apa yang harus dikerjakan saat datangnya Nisfu Syaban.
Pada dasarnya amalan yang dikerjakan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya itu adalah amalan yang ditujukan kepada allah dan bukan pada keistimewaanya.
Untuk diketahui, bahwasanya terdapat beberapa hadist yang menunjukan keutamaan Nisfu Syaban ada yang sahih dan apa pula yang dhaif, bahkan ada yang palsu.
Adapun yang shahih seperti dalil hadits dari Abu Musa Al-Asy'ari di bawah ini, bahwasanya Nabi SAW pernah bersabda:
"Sesungguhnya Allah melihat pada malam pertengahan Syaban. Maka dia mengampuni semua makhluknya, kecuali orang musyrik dan orang yang bermusuhan".
Hadist tersebut memiliki banyak jalur, diriwayatkan dari beberapa sahabat. Hadits ini dishahihkan oleh Imam Al-Albani dan dimasukkan dalam silsilah Ahadits Shahihah.
Yang mana beliau menilai hadits ini sebagai hadits shahih karena memiliki banyak jalur dan satu sama lain saling menguatkan, meski ada juga ulama lain yang menilai bahwa hadits ini adalah hadits lemah.
Maka kesimpulanya adalah bahwa hingga saat ini belum ditemukan amalan atau ibadah tertentu yang dikhususkan untuk dilakukan ketika malam Nisfu Syaban.
Yang mana dalam hadits shahih tersebut hanya menunjukan bahwa Allah SWT akan mengampuni semua hambanya pada malam Nisfu Syaban tanpa mengaitkan dengan halaman yang dikhususkan.***

Share this article
Lantas benarkah malam Nisfu Syaban mempunyai amalan atau keutamaan tertentu dibandingkan dengan malam-malam di bulan lainnya?