AYOJAKARTA.COM – Tak terasa umat muslim kini sudah masuk pada bulan Syaban.
Bulan Syaban menjadi bulan dalam Islam yang paling dinantikan oleh umat muslim.
Terlebih karena pada pertengahan bulan Syaban, ada hal yang disebut dengan Nisfu Syaban.
Di malam Nisfu Syaban, banyak umat muslim yang menunaikan berbagai amalan.
Akan tetapi, mungkin diantara kita pernah mendengar mengenai buku amalan umat muslim yang ditutup saat pertengahan bulan Syaban.
Berkaitan dengan hal itu, Ustaz Adi Hidayat memberikan penjelasan mengenai mustahil buku amalan ditutup saat bulan Syaban.
Dalam salah satu ceramahnya, Ustaz Adi Hidayat atau UAH menyampaikan bahwa apabila buku amalan seseorang ditutup, maka amalan orang tersebut tidak akan dicatatkan.
Baca Juga: Resmi! Status Kasus Rafael Alun Naik ke Penyelidikan Karena Diduga Lakukan Pencucian Uang
“Ada yang fenomenal, zaman dulu nggak ada sekarang ada, bahwa pada saat pertengahan Syaban buku amalan manusia ditutup,” kata UAH dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Dhany Bias pada Selasa (7/3/2023).
“Kalau ditutup artinya amalan kita nggak dicatat, karena ditutup. Jadi antum bebas lakukan apa saja karena nggak dicatat. Mau pinjam hp teman, mau ambil sendal, karena nggak dicatat, ditutup. Karena ditutup (maka) nggak dicatat,” sambung UAH.
UAH kemudian menjelaskan bahwa mustahil apabila buku catatan amalan seseorang ditutup.
Disebutkan oleh UAH bahwa hanya orang yang telah wafat lah yang buku catatan amalannya ditutup.
UAH menyampaikan apabila seseorang masih hidup, maka buku amalannya akan terus terbuka.
“Dan mustahil buku catatan amal seorang hamba ditutup kecuali telah wafat. Jadi ditutup itu setelah wafat, kalau dia masih ikut dia (catatan) masih terbuka dan semua akan ditulis dan ditampakkan di akhirat nanti,” jelasnya.
UAH menuturkan bahwa mengenai hal tersebut ada dalilnya yang shahih, yakni terdapat dalam surah Az-Zalzalah.
“Dalilnya shahih, fa may ya’mal misqala zarratin khairay yarah, siapa yang berbuat suatu kebaikan akan ditampakkan sekecil apapun, wa may ya’mal misqala zarratin syarray yarah,” tuturnya.
“Yang ada hanyalah pena yang diangkat yang tidak dituliskan, itupun bukan di pertengahan Syaban atau bahkan di Ramadan,” tutupnya.***

Share this article
Pada pertengahan bulan Syaban, ada hal yang disebut dengan Nisfu Syaban, yang paling dinantikan oleh umat muslim.