AYOJAKARTA.COM – Ada sejumlah larangan yang harus dipatuhi oleh wanita baligh yang sedang haid atau menstruasi. Ustaz Abdul Somad sampaikan ada 7 larangan untuk Wanita haid.
Ustaz Abdul Somad menjelaskan bahwa Wanita haid berarti dalam keadaan yang kotor secara spiritual menurut pandangan hakikat. Sehingga wanita haid dilarang melakukan ibadah yang dinilai suci.
Ustaz Abdul Somad dengan tegas sampaikan bahwa menurut fiqih Islam, ada 7 aturan yang harus ditaati oleh Wanita haid, yaitu :
1. Tidak boleh memegang Al Qur’an
2. Tidak boleh membawa Al Qur’an
3. Tidak boleh membaca Al Qur’an
4. Tidak boleh masuk masjid
5. Tidak boleh salat
6. Tidak boleh tawaf
7. Tidak boleh puasa
Baca Juga: Pernah Jebloskan Nikita Mirzani ke Penjara, Rumah Dito Mahendra Digerebek KPK, Nyai: Jantung Aman?
Namun di zaman modern yang perkembangan teknologinya sangat tinggi, kini Al Qur’an tersedia dalam bentuk aplikasi di handphone.
Sehingga umat Islam bisa membaca Al Qur’an dimana saja tanpa membawa Al Qur’an, cukup dengan membuka aplikasi di handphone saja.
Namun ternyata menurut Ustaz Abdul Somad, wanita haid masih diperbolehkan membaca Al Qur’an dengan 2 syarat.
Baca Juga: Cerita Rasa Pempek Palembang, Makanan Seafood Terenak di Dunia!
Syarat yang pertama adalah wanita tersebut hafal Al Qur’an. Karena orang yang hafal Al Qur’an dianjurkan untuk membacanya 2 juz dalam 1 hari agar hafalannya tetap terjaga.
“Pertama, dia hafal Qur’an, orang hafal Qur’an paling tidak mengulangi hafalannya satu hari dua juz. Kalau tidak diulangi, hilang,” kata Ustaz Abdul Somad.
Pengecualian yang kedua adalah untuk wanita yang berprofesi sebagai guru. Karena guru memiliki kewajiban memberikan ilmu kepada anak muridnya.
Tapi dalam membaca ayat-ayat suci Al Qur’an harus dipotong-potong dan tidak boleh dibaca secara normal.
Baca Juga: 3 Jenis Kredit yang Dibolehkan Ketika Ajukan Pinjaman KUR BRI 2023, Apa Saja?
“Yang kedua guru, guru boleh membaca walaupun sedang haid tetapi ayatnya potong-potong,” ujar Ustaz Abdul Somad.
Sedangkan pahala yang didapatkan umat muslim dalam membaca ayat-ayat suci dari Al Qur’an maupun melalui smartphone adalah sama.
Ustaz Abdul Somad menjelaskan bahwa pada zaman Nabi, ayat suci dituliskan pada pelepah kurma, tulang onta, ataupun batu pipih.
Karena pada zaman dahulu belum ditemukan kertas, jadi seiring dengan perkembangan zaman maka media untuk menuliskan ayat-ayat suci akan berbeda-beda, dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Ustadz Abdul Somad Official (14/3/2023).***

Share this article
Bagaimana hukum wanita haid pegang Al Quran via aplikasi? Apakah juga tidak boleh? Simak penuturan Ustaz Abdul Somad di bawah ini!