AYOJAKARTA.COM – Bulan Ramadan hadir dengan salat sunnah yang istimewa yaitu salat tarawih. Namun Ustaz Adi Hidayat mengingatkan bahwa ada kesalahan yang kerap kali dilakukan oleh umat muslim saat tunaikan salat tarawih.
Ustaz Adi Hidayat menyampaikan bahwa salat tarawih diutamakan dilakukan secara berjamaah karena akan mendapat pahala 27 rakaat.
Meskipun salat tarawih merupakan salat yang diutamakan tetapi Ustaz Adi Hidayat menjelaskan bahwa hukumnya adalah sunnah.
Baca Juga: Hampir Ingkar Janji Bangun Medan Zoo, Raffi Ahmad Ngaku Dimarahi Bobby Nasution
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Audio Dakwah (23/3/2023), Nabi Muhammad menjalankan salat tarawih dengan qiyam, dengan tenang, dan selalu berhenti setelah 2 rakaat untuk membaca dia dan meminta maaf atas dosa-dosa yang selama ini dibuat.
“Tenang, nyaman, berhenti sejenak di setiap dua rakaat berhenti, berhenti, baca doa. Mengakui banyak salah, minta maaf,” kata Ustaz Adi Hidayat.
Ustaz Adi Hidayat mengingatkan kepada umat muslim agar melakukan apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad dengan mengingat kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuat dan memohon ampunan Allah.
“Barang siapa yang menunaikan qiyam Ramadhan, kemudian dilakukan karena Allah mencari pahala. Dia bertobat di sela-selanya, itu tobat air matanya, diampuni semua dosa-dosanya, gugur semuanya,” ujar Ustaz Adi Hidayat.
Ketenangan yang dilakukan selama menjalankan salat ini akan berpengaruh kepada ruh dengan mendatangkan kedamaian jiwa yang dinamakan dengan tarwihah, dalam jamak disebut dengan tarawih. Jadi tarawih sesungguhnya bukanlah nama sari salat tetapi nama sifatnya.
Maka dari itu sebaiknya salat tarawih ditunaikan dengan tenang dan khusyuk dan tidak terburu-buru agar terasa getaran pada jiwa.
“Jangan sampai terjadi Anda salat 23 rakaat misalnya cuma 10 menit. Yang 11 (rakaat), 1 jam yang 23 (rakaat), 10 menit,” kata Ustaz Adi Hidayat.
Baca Juga: Tolak Kedatangan Timnas Israel Dalam Piala Dunia U20, Akankah Indonesia Dapat Sanksi Berat FIFA?
Menurut cerita dari Ustaz Adi Hidayat, pada zaman Nabi Muhammad, semakin hari semakin banyak orang yang datang ke masjid untuk menunaikan salat tarawih.
Melihat hal itu, maka Nabi Muhammad memutuskan untuk salat tarawih di rumah karena khawatir umatnya akan menganggap salat tarawih merupakan salat wajib.
Namun alasan Nabi Muhammad memutuskan untuk melakukan salat tarawih di rumah bukan karena ingin tunaikan salat tarawih sendiri, tapi agar tidak memberikan beban kepada umatnya dan membuat mereka menganggap salat tarawih adalah wajib.***

Share this article
Ustaz Adi Hidayat menceritakan tentang Nabi Muhammad SAW yang sempat memutuskan untuk salat tarawih di rumah, kenapa? Simak di sini!