AYOJAKARTA.COM – Bulan Ramadan telah tiba, umat muslim di seluruh dunia diwajibkan untuk berpuasa.
Di bulan Ramadan ini seorang muslim dianjurkan untuk sahur. Sahur bukan hanya sebatas makan dan minum saja.
Tetapi ada amalan lain yang penuh berkah seperti dijelaskan dalam hadis “Makan sahurlah kalian karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah,” (HR Bukhari).
Baca Juga: Terlanjur Ikut Shalat Witir tapi Ingin Shalat Tahajud di Malam Hari, Bagaimana Hukumnya?
Ada batas waktu ketika sahur yaitu ketika imsak, lantas kapan batas waktu imsak yang benar?
Pengasuh Lembaga Pendidikan Dakwah (LPD) dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Bahjah, Buya Yahya memberikan penjelasan terkait imsak.
“Azan malam menjelang subuh ada dua kali, jadi azannya nabi itu ada dua kali,” ujarnya dikutip ayojakarta.com melalui YouTube Al-Bahjah TV, Kamis (23/3/2023).
“Yang kedua adalah waktu masuk subuh umumnya orang, yang satu lagi disunahkan azan sebelum subuh,” sambungnya.
Baca Juga: Akhirnya! PDIP Buka Suara Tentang Potensi Duet Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto di Pilpres 2024
Menurutnya fungsi Azan sebelum subuh ini adalah yang bangun malam di masjid untuk segera pulang dan sahur, serta yang sudah sahur untuk pergi ke masjid.
Sehingga untuk azan yang pertama boleh makan, namun biasanya banyak orang salah paham karena dipikir azan boleh makan tidak paham terkait azan pertama dan kedua.
Hal ini dikarenakan Azan yang pertama bukan azan subuh dan ada di zaman Nabi, tetapi di masyarakat jarang terdengar karena tidak diwajibkan.
Baca Juga: Melihat Realita di Daerah, Pengamat Prediksi Prabowo-Ganjar Bakal Jad Pasangan Kuat di Pilpres 2024
Maka dari itu pengasuh LPD Al-Bahjah mengatakan bahwa azan bukan menjadi patokan waktu imsak, tetapi yang menjadi patokan fajar shadiq.
“Nah jadi ukurannya bukan Azan, ukurannya terbit fajar shadiq. Biarpun tidak diazani kalau sudah terbit fajar shadiq nggak boleh makan ,” kata Buya Yahya.
Lebih lanjut penceramah kondang ini menjelaskan bahwa jika fajar sudah terbit, yang menandakan masuknya waktu subuh.
Maka baik itu terdengar Azan ataupun tidak, seseorang sudah tidak diperbolehkan untuk makan atau minum.
Baca Juga: Pengurus NasDem yang Pernah Bilang Anies Antitesis Jokowi Kini Mengundurkan Diri, Ada Apa?
Sebab definisi puasa adalah menahan diri dari makan dan minum dan lainnya yang membatalkan mulai dari terbit fajar shadiq hingga terbenamnya matahari.
“Jelasnya masuk secara subuh, masuk waktu subuh secara ilmu bukan secara kebiasaan di mushola kita yang suka terlambat itu. Secara ilmu subuh ya terbit fajar sadiq” ungkap Buya Yahya.
Ia pun menjelaskan terkait dengan imsak, menurutnya imsak adalah hati-hati atau waspada.
Baca Juga: Nyesek, Ferdy Sambo Tulis Surat Ucapan Selamat Ulang Tahun untuk Putra Kecilnya: Papa Kangen Mas ...
Sehingga jika waktu subuh pukul 04.32 maka imsaknya 04.20, ada waktu antara imsak dan salat subuh.
Waktu ini digunakan untuk berjaga-jaga baik itu sikat gigi terlebih dahulu sebelum datang waktu subuh.
“Jadi pas waktu imsak itu masih boleh makan belum masuk subuh, asalkan waktu imsaknya benar,” ujar Buya Yahya.
“Jadi imsak itu istilah local di negeri kita, di tempat lain nggak ada istilah begitu. Ngga usah diributkan juga imsak nggak boleh, imsak maksudnya nahan diri,” imbuhnya.
“Kenapa penting, supaya kita bersih, gigi mulut, minum. Coba kalo nggak imsak lagi makan kerupuk rambak tiba-tiba Azan, bingung anda, mau minum nggak boleh,” sambungnya.***
Share this article
Kapan sebenarnya waktu imsak yang benar? Daripada ragu soal batas waktu imsak, simak penjelasan Buya Yahya di sini langsung yuk!