AYOJAKARTA.COM - Bulan suci Ramadan merupakan salah satu bulan yang paling istimewa diantara bulan-bulan lainnya.
Keistimewaan bulan tersebut tidak dapat diukur, mulai dari dibukanya pintu surga, ditutupnya pintu neraka, hingga setiap ibadah yang dilakukan di bulan Ramadan ini nantinya akan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah swt.
Namun selain memperoleh ganjaran pahala dari ibadah-ibadah wajib, umat Muslim juga bisa memperkuatnya dengan melakukan amalan-amalan sunnah seperti yang dijelaskan dalam kitab Nihâyah al-Zain fî Irsyâd al-Mubtadi’in yang dikutip AyoJakarta.com pada NU online.
1. Makan Sahur merupakan amalan berpahala di bulan suci ramadan meskipun hanya seteguk air yang diminum pada saat sahur. Hal tersebut dikatakan oleh Rasulullah saw dalam hadits Al Bukhari.
تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السَّحُورِ بَرَكَةً
Artinya :
"Bersantap sahurlah kalian, karena dalam sahur itu ada keberkahan, (HR al-Bukhari),".
Selain itu waktu sahur yang dianjurkan yakni di waktu akhir, selama tidak sampai masuk waktu yang diragukan apakah masih malam atau sudah terbit fajar sebagaimana sabda Rasulullah saw dalam hadits Ahmad.
لَا تَزَالُ أُمَّتِي بِخَيْرٍ مَا أَخَّرُوا السَّحُورَ وَعَجَّلُوا الْفِطْرَ
Artinya :
"Umatku senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka mengakhirkan sahur dan menyegerakan berbuka, (HR Ahmad),".
2. Menyegerakan berbuka puasa salah satu amalan yang diwajibkan untuk menyegerakan berbuka sebelum shalat maghrib. Pada saat berbuka puasa, sunnahnya terlebih dahulu untuk berbuka dengan kurma. Jika seandainya kurma tidak ada maka bisa menggunakan air sebagai minum untuk berbuka seperti yang diriwayatkan Rasulullah dalam hadits Abu Dawud.
إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ صَائِمًا، فَلْيُفْطِرْ عَلَى التَّمْرِ، فَإِنْ لَمْ يَجِدِ التَّمْرَ، فَعَلَى الْمَاءِ فَإِنَّ الْمَاءَ طَهُورٌ
Artinya:
"Jika salah seorang berpuasa, hendaknya ia berbuka dengan kurma. Jika tidak ada kurma, maka dengan air. Sebab, air itu menyucikan, (HR Abu Dawud),".
3. Membaca doa berbuka puasa
Untuk doa berbuka puasa sebagai berikut:
Bahasa Arab
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِك آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلَتُ ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ يَا وَاسِعَ الْفَضْلِ اِغْفِرْ لِي اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِي هَدَانِي فَصُمْتُ وَرَزَقَنِي فَأَفْطَرْتُ
Bahasa latin
"Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthartu, wa bika amantu, wa bika 'alaika tawakkalatu, dzahabadzh dzhama-u wabtalatil-'uruqu wa tsabatal-ajru insyaa-Allah. Ya wasi'al-fadhli ighfirli alhamdulillahilladzi hadani fashumtu, wa razaqani fa-afthartu, "
Artinya:
"Ya Allah, hanya untuk-Mu aku berpuasa. Dengan rezekimu aku membatalkannya. Kepadamu aku berpasrah. Dahaga telah pergi. Urat-urat telah basah dan Insyaallah pahala sudah tetap. Wahai Dzat Yang Luas Karunia, ampuni aku. Segala puji bagi Tuhan yang memberi petunjuk padaku, lalu aku berpuasa. Dan segala puji Tuhan yang memberiku rezeki, lalu aku membatalkannya."
4. Mandi besar merupakan bagian dari dari junub, haid, atau nifas dilakukan sebelum terbit fajar agar bisa menunaikan ibadah dalam keadaan suci, di samping khawatir masuk air ke mulut, telinga, anus, dan sebagainya jika mandi setelah fajar.
5. Menjaga lisan dari perkara-perkara yang tak berguna, apalagi perkara haram, seperti berbohong dan mengumpat juga salah satu sunnah yang bisa menambah pahala puasa. Sedangkan jika kita berbohong, mengumpat dan sebagainya bisa saja semua pahala yang didapatkan nantinya akan bisa menggugur dengan perbuatan tersebut.
6. Menghindari hal-hal yang tidak sejalan dengan hikmah puasa diantaranya sebagai berikut: yakni berbuka puasa sampai perut menjadi kekenyangan atau melakukan sesuatu yang bertujuan untuk memuaskan nafsu.
7. Memperbanyak sedekah kepada sesama, terutama sedekah makanan atau minuman untuk berbuka puasa bisa membuat kita mendapatkan pahala yang berlipat-lipat. Sebab, orang yang memberi makanan atau minuman untuk orang berpuasa mendapat pahala yang setimpal dengan pahala puasa orang yang disedekahi seperti sabda Rasulullah dalam hadist riwayat Ahmad
مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا، كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ، إِلَّا أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْءٌ
Artinya :
"Siapa saja yang memberi makanan berbuka kepada seorang yang berpuasa, maka dicatat baginya pahala seperti orang puasa itu, tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa tersebut, (HR Ahmad),".
8. Memperbanyak i’tikaf di masjid pada sepertiga malam terakhir ramadan juga diutamakan karena pahalanya sungguh luar biasa tak terhingga. Hal tersebut juga dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
9. Memperbanyak membaca Al Quran salah satu sunnah dalam bulan suci untuk bisa mengkhatamkan satu kali bacaan Al Quran selama bulan Ramadan.
10. Istiqamah dalam beribadah ini merupakan amalan sunnah yang tidak putus setelah Ramadan selesai. Sebab ketika umat Muslim konsisten menjalankannya maka pahalanya semakin berkali-kali lipat yang akan diberikan Allah SWT. ***

Share this article
selain memperoleh ganjaran pahala dari ibadah-ibadah wajib, umat Muslim juga bisa memperkuatnya dengan melakukan amalan-amalan sunnah.