AYOJAKARTA.COM - Siapa yang tak kenal dengan istilah mudik?
Sebagian orang sering mendengar dan mengucapkan istilah ini.
Pulang kampung jelang Lebaran Hari Raya Idul Fitri merupakan hal yang telah ditunggu-tunggu oleh para perantau untuk bisa kembali pulang ke kampung halaman bertemu sanak saudara.
Ketika seseorang pulang kampung pasti terbiasa menggunakan kata mudik, lantas sebenarnya apakah arti mudik?
Baca Juga: 30 Ribu Kendaraan Lintasi Tol Cikampek, Diprediksi Meningkat karena Diskon Tarif Tol
Mudik berdasarkan KBBI disinonimkan dengan pulang kampung yang merupakan kegiatan perantau atau pekerja untuk bisa kembali pulang ke kampung halamannya.
Tradisi mudik ini biasanya terjadi jelang hari besar seperti Lebaran Hari Raya Idul Fitri, Idul Adha, Natal, Tahun Baru serta hari besar nasional lainnya.
Dikutip ayojakarta.com dari laman resmi Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, istilah mudik merupakan singkatan dari Bahasa Jawa yaitu ‘mulih dilik’.
‘Mulih dilik’ ini memiliki arti pulang sebentar.
Namun ada juga Bahasa Betawi yang dihubungkan dengan kata ‘udik’ yang artinya kampung atau desa.
Maka dari itu mudik bisa diartikan menuju udik atau menuju kampung dalam hal ini adalah pulang ke kampung halaman.
Tahukah kamu bahwa mudik berasal dari kata udik?
Istilah ini diambil dari Bahasa Melayu yaitu udik yang artinya hulu.
Hal ini dikarenakan masyarakat Melayu yang tinggal di hulu sungai pada masa yang telah lampau sering kali bepergian ke hilir sungai menggunakan perahu atau biduk.
Baca Juga: Cuma 3 Bahan Bisa Bikin Kue Lebaran? Ini Resep Kue Semprit Susu Anti Gagal!
Ketika urusannya di hilir sungai telah selesai maka akan kembali pulang menuju hulu di sore harinya.
“Berasal dari Bahasa Melayu, udik. Konteksnya pergi ke muara dan kemudian pulang kampung,” ujar Antropolog UGM Heddy Shri Ahimsa Putra, dikutip ayojakarta.com dari laman resmi UGM, Minggu (16/4/2023).
“Saat orang mulai merantau karena ada pertumbuhan di kota, kata mudik mulai dikenal dan dipertahankan hingga sekarang saat mereka kembali ke kampungnya,” imbuhnya.
Menurut Heddy, istilah mudik ini mulai dikenal luas oleh kalangan masyarakat di era tahun 1970-an silam.
Baca Juga: Lebaran Mendekat, Omzet Meningkat: Pedagang Pasar Tanah Abang Bisa Jual Ratusan Gamis Sehari!
Yakni setelah terjadi pembangunan pusat pertumbuhan di kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung serta Medan di masa orde baru.
Maka dari itu, banyak orang yang berbondong-bondong menuju ke kota melakukan urbanisasi untuk mencari peruntungan dengan menetap.
Menurutnya bagi sebagian orang yang telah tinggal dan bekerja di kota dalam waktu lama pasti memiliki rasa kangen dengan kampung halaman sehingga mudik menjadi alternatif di hari raya.
“Kangen pasti. Menunggu libur yang agak panjang agar bisa kumpul sangat ditunggu. Karena kita di Indonesia masyarakat muslim yang paling banyak maka lebaran Idul Fitri jadi pilihan,” kata Heddy.***

Share this article
Ternyata ini arti dan asal-usul istilah mudik yang menjadi tradisi masyarakat Indonesia setiap Lebaran.