AYOJAKARTA.COM - Sayyidah Khadijah atau Siti Khadijah adalah nama dari istri Nabi besar junjungan umat muslim, yakni Muhammad.
Sayyidah Khadijah merupakan istri pertama dari Nabi Muhammad.
Sayyidah Khadijah memang diketahui berusia lebih tua dari Nabi Muhammad.
Baca Juga: 5 Amalan dari Mbah Moen agar Rezeki Lancar, Simak dan Amalkan Setiap Hari!
Kendati demikian, sosok Sayyidah Khadijah bukanlah orang biasa.
Diceritakan oleh almarhum Kyai Maimoen Zubair yang dikutip AyoJakarta.com dari laman Instagram @ppalanwarsarang pada Selasa (1/11/2022), sosok Sayyidah Khadijah merupakan bangsa Quraisy.
“Sayyidah Khadijah adalah seseorang diantara bangsa Quraisy.” ujar Mbah Moen.
Dimana bangsa tersebut terkenal dengan penduduknya yang buta huruf, namun tidak bagi Sayyidah Khadijah.
“Yang mana disebut dengan ummiyyin (orang yang buta huruf), akan tetapi Sayyidah Khadijah bukanlah orang yang buta huruf.” tutur Mbah Moen.
Lebih lanjut Mbah Moen menegaskan, “Karena beliau mampu membaca kitab taurat dan injil, sehingga tidak ada orang yang seperti Sayyidah Khadijah.”
Baca Juga: 10 Pesan Cinta Kiai Maimoen Zubair: Nomor 7 Jangan Bersedih Kata Mbah Moen
Kyai Maimoen Zubair juga mengkisahkan bahwa istri Nabi Muhammad tersebut merupakan sosok yang benar-benar tekun dan gemar belajar.
“Tekun mengkaji, memikirkan, menelusuri makna dari kitab taurat dan injil, sampai beliau benar-benar memahaminya.” jelas Mbah Moen.
Namun siapa sangka, diceritakan oleh Mbah Moen bahwa sebelum menikah dengan Nabi Muhammad, Sayyidah Khadijah begitu tertarik memahami kitab taurat dan juga injil.
Baca Juga: Mbah Moen Ungkap Romansa Antara Nabi Muhammad dan Khadijah yang Tidak Banyak Diketahui Umat Muslim
Ketertarikannya pada kedua kitab tersebut terjadi saat usianya memasuki sekitar 27 atau 28 tahun.
“Saat usia Khadijah memasuki 27 atau 28 yang mana itu adalah usia dewasa.” ungkap Mbah Moen.
“Beliau dianuegarahi ketertarikan pada kitab taurat dan injil perihal sifat-sifat nabi akhir jaman.” pungkasnya. ***

Share this article
Tak banyak yang tahu, kata Mbah Moen Siti Khadijah ternyata sangat tertarik dengan kitab Taurat dan Injil sebagai anugerah.