AYOJAKARTA.COM - Sebatas yang kita tahu saat ini, hal yang menyebabkan kerusakan atau kemerosotan dunia dan kehidupan adalah bencana alam atau musibah.
Namun ada hal yang tidak kita sadari, bahwa ternyata ada beberapa sifat atau perbuatan manusia yang dapat menyebabkan kemerosotan dan kerusakan dunia atau kehidupan.
Lantas apa saja hal tersebut pasti menjadi pertanyaan kita pada saat ini.
Kyai Maimoen Zubair atau lebih akrab disapa Mbah Moen menjelaskan tiga hal yang dapat menyebabkan rusak dan merosotnya kehidupan juga dunia.
Baca Juga: Karomah Istri Mbah Moen Heni Maryam yang Terjadi Jelang Pemakamannya, Selalu Diiringi Gerimis
Dikutip AyoJakarta.com dari laman Instagram resmi Ppalanwarsarang pada Selasa (4/10/2022), Kyai Maimoen Zubair menjelaskan tiga faktor yang menyebabkan kemerosotan dalam hidup.
Kyai Maimoen Zubair mengawali penjelasannya dengan membacakan sebuah potongan ayat dalam Al Quran.
“Innasyabaaba walfaroogho wal jadah mafsadatulilmarhi ayya mafsadah”
Mbah Moen menjelaskan makna dari potongan ayat tersebut adalah tiga hal yang membahayakan dunia.
Hal yang pertama menurut Mbah Moen adalah orang yang menuruti hawa nafsu saja.
“Innasyabaaba masa muda,” ujar Kyai asal Rembang tersebut.
Mbah Moen kemudian menjelaskan makna dari hal pertama yang menyebabkan kemerosotan dalam hidup tersebut.
Hal tersebut bisa bermakna jenis manusia yang hanya mementingkan kemewahan saja tanpa memikirkan anak cucu kelak.
“Dia hanya mencari kemewahan saja, tidak mau memikirkan anak cucu," ungkap Mbah Moen dalam dakwahnya.
Kemudian yang kedua menurut penjelasan Mbah Moen, faktor kemerosotan dan kerusakan disebabkan oleh orang yang menganggur.
“walfaroogho orang yang nganggur," tutur kyai sepuh tersebut.
“Karena seseorang itu kalau nganggur pikirannya tidak ada yang baik. Sekarang yang terpikirkan mau mencuri atau mau bagaimana ?” imbuh Mbah Moen.
Baca Juga: Ternyata Ini Rahasia Mbah Moen dalam Mendidik Anak Menjadi Sukses, Orang Tua Sering Lupa
Hal terakhir atau ketiga penyebab kemerosotan dalam hidup adalah sifat manusia yang sok kaya.
“wal jadah sok kaya," tutur Kyai yang juga mendirikan pondok tersebut.
Kemudian Kyai Maimoen menjelaskan maksud dari sok saya tersebut adalah manusia yang tak memiliki kemauan.
Entah kemauan dalam hal belajar, bekerja ataupun bersosial.
“Maksudnya tak punya kemauan, disuruh mencari pengetahuan jawabannya halah gini aja udah baik kok, wah yang seperti ini repot," lanjutnya.
“Makanya ada kyai yang dijajah sampai 350 tahun gara-gara seperti ini saya kasih tau ya," pungkasnya.***

Share this article
Berikut tiga hal yang membahayakan dunia menurut Mbah Moen, ternyata pengangguran termasuk di antaranya.