AYOJAKARTA.COM - Sosok Maimun Zubair atau Mbah Moen dikenal banyak orang sebagai kyai dan ulama yang kharismatik.
Selain dikenal sebagai ahli fiqih yang alim, Mbah Moen juga merupakan penggerak sosial serta politik.
Mbah Maimun Zubair yang lahir di Rembang dan bersamaan dengan peristiwa lahirnya Sumpah Pemuda, yakni pada 28 Oktober 1928.
Baca Juga: 9 Pesan yang Diberikan oleh Mbah Moen untuk Umat Muslim, Dijamin Membekas di Hati!
Pada Selasa, 6 Agustus 2019 Mbah Moen meninggal dunia saat menunaikan ibadah haji di Mekkah, Arab Saudi.
Kepergiannya meninggalkan kesan mendalam bagi tokoh-tokoh serta warga Nahdliyin, tidak terkecuali Kyai Haji Bahaudin Nursalim atau Gus Baha.
Sebab Gus Baha merupakan salah satu dari ribuan santri yang pernah menimba ilmu agama dari Mbah Moen.
Baca Juga: Inilah 5 Kunci dari Mbah Moen agar Pekerjaan Lancar dan Rezeki Selalu Berkah, Wajib Diamalkan!
Dikutip Ayojakarta dari kanal Youtube Santri Gayeng pada Rabu, 14 Desember 2022 Gus Baha menceritakan sisi lain meninggalnya Mbah Moen yang jarang diketahui orang.
Dalam acara pengajiannya, Gus Baha membahas tentang sejumlah hamba-hamba pilihan Allah SWT ketika menghadapi kematian.
“Jadi orang yang tidak jelas seperti kalian ini malah enak, mati ya tinggal mati saja,” ujar Gus Baha kepada jamaah yang disusul gelak tawa.
Baca Juga: Penjelasan Putra Mbah Moen Soal Orang yang Suka Maksiat Tapi Tak Pernah Dapat Cobaan, Simak di Sini!
Gus Baha mengakui setiap kali dirinya membaca Sayyid Abdullah Al-Haddad, ia selalu teringat dengan Mbah Moen.
Sebab, Sayyid Abdullah yang merupakan seorang wali Quthb meninggal pada hari yang sama dengan Mbah Moen, yakni Selasa.
Dan Selasa merupakan hari dimana Allah menciptakan gunung, dan bagi pencari ilmu tentu memahami bahwa ulama itu juga sudah diibaratkan sebagai gunung.
Baca Juga: Kematian Ternyata Merupakan Sebuah Nikmat, Kok Bisa? Simak Penjelasan Mbah Moen Berikut
Menghadapi kematian dengan cara elegan dan keren juga dilakukan oleh Imam Ghazali, yang menyiapkan datangnya kematian dengan tertib dan rileks.
Hal sama juga sempat dilakukan Mbah Moen yang terlihat sangat bahagia sebelum kematiannya.
“Doakan saya wafat di Mekah, ya Cung,” kenang Gus Baha saat menemani Mbah Moen meminta didoakan seorang santri.
Baca Juga: Dahsyatnya Membaca Bismillah, Mbah Moen Beberkan Arti Tersembunyi di Dalamnya
Gus Baha menjelaskan semua hal yang berhubungan dengan keluarga dan kerabat, sudah benar-benar disiapkan oleh Mbah Moen, termasuk tentang titipan uang.
“Jika aku pulang, kembalikan uang ini. Jika tidak, bagikan uang ini ke anak-anak,” pesan Gus Baha pada keluarga sebelum ia pergi berhaji.
Selain itu, Gus Baha juga menceritakan pengalamannya berguyonan dengan Mbah Moen tentang kematian.
Baca Juga: Petuah-Petuah dari Mbah Moen untuk Lancar Rezeki, Hidup Berkah, dan Memperbaiki Diri
“Jika aku wafat hari Selasa, berarti aku ulama. Karena ulama itu wafatnya hari Selasa. Tapi kalau Jumat, berarti aku wali,” ujar Mbah Moen pada Gus Baha saat itu.
“Kok enak semua, Mbah?” jawab Gus Baha yang disusul tawa dari Mbah Moen, melihat Gus Baha tertawa, jamaah pengajian-pun ikut tertawa. ***

Share this article
Sebelum meninggal dunia, Mbah Moen ternyata sempat meminta doa kepada muridnya agar beliau wafat di Mekkah.