AYOJAKARTA.COM - Ricky Rizal melalui kuasa hukumnya, Erman Umar mengungkapkan kronologi saat sebelum pembunuhan Brigadir J di Magelang.
Kronologi di Magelang, Kuasa hukum Ricky Rizal menyebut bahwa saat itu tidak ada tindak pelecehan yang dilakukan oleh Brigadir J.
Ricky Rizal justru melihat Kuat Maruf membawa pisau dan sedang cek cok dengan Brigadir J.
Baca Juga: Kuat Maruf Berani Pegang Tubuh Putri Candrawathi saat Pingsan, Kuasa Hukum: Wajar! karena ...
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Tiktok @aimanwitjaksonoofficial pada Minggu (6/11/22), kuasa Hukum Ricky Rizal, Erman Umar membeberkan kronologi kejadian saat di Magelang.
Erman Umar menyebutkan bahwa saat itu Kliennya tiba di rumah Magelang tidak ada siapa-siapa.
Lalu Ricky memutuskan untuk naik ke lantai atas dan disitu bertemu dengan Kuat Maruf.
Di lantai atas ia mendapati Susi art dari Ferdy Sambo terlihat sedang menangis. Kemudian Bripka RR menanyakan kepada Kuat.
“Ada kejadian apa om Kuat (Ricky bertanya),” kata Erman menirukan perkataan Ricky.
“Tadi ada kejadian Yosua turun naik kan Saya tegur, Saya tanya, ada apa? Dia menghindar, lari ke bawah terus kemudian dia balik lagi, agak memaksa mau masuk ke (kamar) Ibu,” ujar Erman menirukan keterangan Kuat.
Pada posisi tersebut, Ricky melihat bahwa supir Ferdy Sambo sedang memegang sebuah pisau.
Lalu supir Ferdy Sambo meminga Bripka RR untuk pergi ke atas menemui Putri Chandrawati di kamarnya.
Kemudian Ricky bergegas ke kamar Putri Chandrawati dan menanyakan apa yang sedang terjadi.
Namun saat itu, istri Ferdy Sambo justru malah menanyakan dimana Brigadir Yosua. Hingga akhirnya ia turun kebawah dan menemui Brigadir J.
Bripka RR lantas langsung menanyakan kepada Brigadir J tentang apa yang sedang terjadi di rumah tersebut.
“Iya, Bang, Pak Kuat kenapa kok marah-marah sama saya?,” kata Erman menirukan jawaban dari Yosua.
Akhirnya klien Erman Umar ini mengajak Novriansyah Yosua Hutabarat untuk ke atas dan menemui Putri Chandrawati.
Selama kurang lebih 15 menit Brigadir J dan Putri berbicara berdua di dalam kamar, sedangkan Bripka RR menunggunya agak menjauh sedikit.
Setelah itu Rizal bertanya pada Brigadir J ada apa yang sebenarnya terjadi. Dan dijawablah dengan tenang oleh Yosua bahwa tidak terjadi apa-apa.
Namun menurut keterangan dari Erman Umar, Ricky Rizal tidak melihat adanya tindak pelecehan saat Putri dan Yosua berbicara di dalam kamar.
Atau ketika Bripka RR menanyakan apa yang sedang terjadi, Putri Chandrawati tidak sama sekali mengadu tentang pelecehan.
Hingga saat Bripka RR dan Brigadir J turun kebawah, Ricky meminta senjata panjang dan pendek milik Yosua atas inisiatif sendiri.
“Bagaimanapun kan Yosua punya senjata, senjata panjang dan pendek, dan itu diambil Ricky secara inisiatif. Kenapa kamu ambil, ‘inisiatif bang, Saya termasuk yang senior dibanding Yosua, kalau terjadi apa-apa antara Kuat dan Yosua,” ujar Erman Umar.***

Share this article
Kronologi Magelang versi Ricky Rizal diungkap sang pengacara Erman Umar, sebut Kuat Maruf sudah bawa pisau.