AYOJAKARTA.COM - PT MRT Jakarta memastikan proyek Mass Rapid Transit (MRT) yang menghubungkan Jakarta dan Bekasi atau jalur Bekasi atau Lintas Timur-Barat fase 1 tahap 1 akan mulai digarap pada tahun 2026.
Proyek transportasi massal ini diharapkan bisa menjadi solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan sekaligus meningkatkan konektivitas kawasan Jabodetabek.
Rencana ini adalah bagian dari pengembangan jaringan MRT lintas wilayah yang terintegrasi dengan moda transportasi lain, seperti LRT, KRL Commuter Line, dan TransJakarta.
Jalur ini akan melayani mobilitas masyarakat dari wilayah penyangga menuju pusat aktivitas di Jakarta dengan waktu tempuh yang lebih singkat dan nyaman.
Baca Juga: Cuaca Masih Ekstre, Dishub DKI Kembali Meniadakan Perjalanan Kapal Cepat Rute Kepulauan Seribu!
Jalur awal yang akan dibangun yakni di wilayah DKI Jakarta, membentang dari Tomang hingga Medan Satria, Bekasi, dengan Depo di Rorotan, Jakarta Utara.
Persiapan untuk proyek ini juga telah berjalan sejak akhir 2025 melalui market sounding yang melibatkan kontraktor dari Jepang dan internasional.
Nantinya untuk ruas Tomang–Medan Satria akan memiliki panjang sekitar 24,5 kilometer.
Kemudian ditambah dengan jalur menuju Depo Rorotan yakni sepanjang 5,7 kilometer.
Jalur ini terdiri lintasan layang dari Tomang hingga Medan Satria dan lintasan bawah tanah di kawasan pusat kota, mulai dari Roxy, Cideng, Thamrin, hingga Senen.
Untuk penggarapan proyek ini, pemerintah mengalokasikan hibah sebesar Rp 2,61 triliun pada APBN 2026.
Di tahun ini, MRT Jakarta memprioritaskan pengadaan paket pekerjaan yakni Paket CP100.
Paket CP100 sendiri adalah pekerjaan persiapan yang ditargetkan mulai Mei 2026.
Sementara untuk paket CP109 (Depo Rorotan) dan CP104 ditargetkan masuk tahap kontrak di tahun yang sama.
Proyek MRT rute baru ini akan membentang sepanjang 84 kilometer dari Balaraja, Tangerang hingga Cikarang, Bekasi.
Pembangunan MRT Jakarta–Bekasi ini diyakini akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi kawasan.***
Share this article
MRT Jakarta-Bekasi ini diharapkan bisa menjadi solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan sekaligus meningkatkan konektivitas kawasan Jabodetabek.