AYOJAKARTA.COM - Perhelatan Lebaran Betawi kembali mencuri perhatian publik.
Tak hanya sebagai ajang silaturahmi warga, acara tahunan ini kini didorong menjadi program pariwisata unggulan ibu kota.
Senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dailami Firdaus, menilai Lebaran Betawi memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan sekaligus memperkuat identitas budaya Jakarta.
Menurut Dailami Firdaus, konsistensi penyelenggaraan menjadi kunci utama.
Ia mengusulkan agar Lebaran Betawi ditetapkan sebagai agenda tahunan dengan lokasi tetap, sehingga memudahkan wisatawan domestik maupun mancanegara dalam merencanakan kunjungan.
“Lebaran Betawi harus menjadi agenda tetap setiap tahun di lokasi yang jelas dan konsisten,” ujarnya.
Berbeda dengan Idulfitri yang berfokus pada ibadah dan keluarga inti, Lebaran Betawi merupakan pesta rakyat yang sarat nilai budaya.
Tradisi ini menjadi puncak rangkaian perayaan masyarakat Betawi setelah menjalani momen Lebaran selama beberapa minggu di bulan Syawal.
Tahun 2026, Lebaran Betawi memasuki edisi ke-18 dengan tema “Memperkokoh Persatuan dalam Merawat Tradisi Menuju Jakarta Kota Global.”
Acara ini digelar selama tiga hari, 10–12 April 2026, di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.
Lokasi tersebut dipilih karena nilai historisnya sekaligus akses yang strategis bagi masyarakat luas.
Selama acara berlangsung, pengunjung disuguhkan beragam atraksi khas Betawi.
Mulai dari seni pertunjukan seperti lenong, ondel-ondel, tanjidor, hingga gambang kromong yang semakin jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, terdapat tradisi unik seperti prosesi hantaran (nyorong), permainan tradisional, hingga pembuatan dodol Betawi.
Tak ketinggalan, bazar kuliner dan UMKM menjadi daya tarik tersendiri dengan berbagai hidangan khas yang menggugah selera.
Dailami Firdaus juga menekankan pentingnya kualitas produk yang ditampilkan. Menurutnya, kuliner dan kriya Betawi harus memiliki standar tinggi agar mampu bersaing dan memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung.
Tak hanya berhenti pada skala lokal, Dailami mendorong agar promosi Lebaran Betawi diperluas hingga ke tingkat internasional.
Ia mengusulkan keterlibatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta jaringan diplomatik Indonesia di luar negeri.
Langkah ini dinilai penting agar Lebaran Betawi dapat dikenal secara global dan menjadi magnet wisata budaya Jakarta.
Menuju Ikon Pariwisata Budaya
Dengan potensi besar yang dimiliki, Lebaran Betawi diyakini mampu menjadi ikon pariwisata baru ibu kota.
Selain meningkatkan kunjungan wisatawan, acara ini juga berperan penting dalam melestarikan warisan budaya Betawi di tengah modernisasi Jakarta.
Lebaran Betawi bukan sekadar nostalgia masa lalu, melainkan jembatan menuju masa depan, di mana tradisi dan pariwisata berjalan beriringan dalam membangun citra Jakarta sebagai kota global yang berbudaya.***

Share this article
Lebaran Betawi 2026 di Lapangan Banteng didorong jadi ikon wisata global. Senator Dailami Firdaus usul lokasi tetap dan promosi internasional guna lestarikan budaya serta tarik turis ke Jakarta.