AYOJAKARTA.COM – Pendaftaran cagub-cawagub peserta Pilkada Jakarta yang dijadwalkan pada 27-29 Agustus 2024 mendatang masih belum menunjukkan geliat.
Meski pasangan Anies-Sohibul Iman sempat mencuat ke permukaan sebagai peserta Pilgub Jakarta, wacana tersebut ditengarai kandas usai PKS menerima tawaran KIM.
Potensi meleburnya KIM dan Koalisi Perubahan menjadi KIM Plus oleh sebagian kalangan disebut sebagai momentum lahirnya wacana calon tunggal di Pilgub Jakarta.
Belum mencukupinya jumlah kursi di parlemen sebagai syarat mengajukan calon juga membuat PDIP kesulitan mencegah lahirnya calon tunggal.
Baca Juga: Tegas! Surya Paloh Sebut Anies Baswedan Tidak Bisa Maju di Pilkada Jakarta
Dampak wacana calon tunggal, membuat elektabilitas Anies Baswedan yang menempati urutan puncak terjegal dan kekuatan PDIP menjadi tertinggal di Pilgub Jakarta.
Sehubungan munculnya fenomena jelang Pilgub tersebut, Politisi PDIP Chico Hakim memberi tanggapan.
Menurut Chico yang tertinggal dan terjegal di Pilgub Jakarta bukanlah PDIP atau Anies Baswedan, melainkan rakyat Indonesia secara keseluruhan.
Mengacu pada hasil survei yang dilakukan sejumlah lembaga, sosok Anies Baswedan dan Ahok menjadi figur paling diharapkan untuk memimpin Jakarta.
Baca Juga: Suswono Disebut Jadi Cawagub Ridwan Kamil di Pilgub Jakarta, AHY: Bukan Sosok Asing bagi Demokrat
“Kalau kita bicara survei itu artinya potret keinginan masyarakat, kemudian ada upaya mengerucutkan dukungan ke salah satu calon,” ungkap Chico Hakim dikutip ayojakarta.com dari YouTube tvOneNews, Jumat (16/8/2024).
Karena itu, Chico berharap agar hati nurani partai politik bisa tergugah dan berjuang untuk bisa menawarkan menu lain di Pilgub Jakarta.
Dengan adanya kesadaran politik tersebut, Chico optimis Pilgub Jakarta akan menjadi pertarungan antara sosok melawan sosok, bukan sosok versus kotak kosong.
Jakarta, menurut Chico memiliki aspek keberagaman yang jauh lebih signifikan sehingga membutuhkan opsi lain sebagai wadah menyalurkan aspirasi.
Baca Juga: Dijegal Sana-sini, Riwayat Anies Baswedan di Pilgub Jakarta 2024 Sudah Tamat?
Terkait peluang keikutsertaan Anies Baswedan dalam Pilgub Jakarta, Analis Politik Universitas Al Azhar memberikan tanggapan.
Dengan membaca fenomena yang terjadi, Ujang Komarudin menilai kesempatan Anies Baswedan dalam Pilgub Jakarta sudah hilang.
Selain berkurangnya dukungan yang secara bertahap ditarik mundur partai-partai di Koalisi Perubahan, tekanan politik baik internal dan eksternal juga tak bisa diabaikan.
Baca Juga: Soal Pengumuman Pasangan Calon KIM untuk Pilgub Jakarta, Sufmi Dasco: Saksikan Tanggal Mainnya!
Terjadinya perubahan struktural yang bersifat strategis di dalam tubuh Partai Golkar usai menarik Ridwan Kamil berlaga ke Jakarta, menurut Ujang bisa merupakan suatu peringatan.
Perubahan signifikan dalam internal Partai Golkar yang menurut Ujang disebut sebagai Kudeta Halus, sangat berpotensi terjadi dan dialami oleh partai lain.
“Saya menganalisa, ketika Ridwan Kamil digeser ke Jakarta persyaratannya itu tidak ada Anies, karena elektabilitasnya tinggi,” tegas Ujang.***

Share this article
Benarkah Anies Baswedan dijegal dan PDIP ditinggal di Pilgub Jakarta 202? Simak ulasannya di artikel ini.