AYOJAKARTA.COM - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, akan kembali maju dalam Pilgub Jakarta.
Anies Baswedan menyatakan bahwa Pilgub Jakarta bukanlah kelanjutan dari Pemilu yang dilaksanakan Februari 2024 lalu.
Ia ingin agar warga Jakarta yang berbeda pilihan saat Pilpres bisa satu suara untuk Pilgub Jakarta.
Menurut Anies Baswedan, Pilgub berbeda dengan Pilpres karena untuk kepentingan warga Jakarta saja.
“Pilgub bukanlah kelanjutan Pemilu. Pilgub adalah pemilihan gubernur DKI Jakarta untuk kepentingan warga DKI Jakarta,” kata Anies dikutip dari kanal YouTube Metro TV pada Senin (22/7/2024).
Anies menyatakan bahwa dalam Pemilu tentu setiap orang mempunyai pilihan yang berbeda-beda.
Oleh karena itu, Anies mengajak agar masyarakat bisa menyatukan suara untuk berjuang bersama.
Anies pun meminta agar masyarakat bisa merangkul semua pihak yang berbeda pilihan dalam Pilpres.
Selain itu, Anies pun juga menyinggung keinginannya untuk mengembalikan yang ‘absen’ di Jakarta.
Ia ingin mengembalikan Jakarta sebagai kota yang maju dan bahagia warganya seperti yang ia kerjakan ketika memimpin Jakarta selama 5 tahun.
“Jadi, bisa saja dalam Pemilu berbeda pilihan, dalam Pilpres berbeda pilihan, kali ini ajak semua untuk berjuang bersama. Jangan hanya mengajak yang kemarin bersama, tapi juga mengajak pada semua, kenapa? Semua warga Jakarta, yang ingin ada di Jakarta ini, usaha mengembalikan yang sempat-sempat absen,” ujarnya.
“Karena itu jangan kita melihat Pilkada, Pilpres, Pemilu sebagai kesatuan. Kita lihat ini terutama menyangkut warga yang kemarin beda pilihan diajak untuk pilihan yang sama,” imbuhnya.
Untuk diketahui, Anies dipastikan akan kembali maju dalam Pilgub Jakarta mendatang.
Anies sudah mengantongi rekomendasi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Khusus PKS, Anies telah dideklarasikan untuk dipasangkan dengan Sohibul Iman.
Terbaru, Anies mendapatkan dukungan dari ormas Bang Japar untuk berlayar di Pilgub Jakarta.***
Share this article
Menurut Anies Baswedan, Pilgub Jakarta ini berbeda dengan Pilpres karena untuk kepentingan warga Jakarta saja.