AYOJAKARTA.COM – Kemacetan parah di Pelabuhan Tanjung Priok pada pertengahan April 2025 terjadi akibat lonjakan aktivitas bongkar muat yang disebabkan oleh keterlambatan tiga kapal asal luar negeri yang bersandar di New Priok Container Terminal (NPCT) One.
Keterlambatan kapal ini berasal dari pelabuhan sebelumnya yang mengalami delay, sehingga berdampak berantai pada NPCT One.
Akibatnya, volume bongkar muat meningkat drastis dari target semula 2.500 menjadi sekitar 4.200 kontainer, memicu kemacetan lalu lintas yang meluas hingga ke jalan-jalan sekitar pelabuhan.
PT Pelindo Regional 2 telah meminta maaf atas kondisi tersebut dan akan menyiapkan kompensasi sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat dan mitra yang terdampak dari kemacetan yang terjadi kemarin.
Kompensasi tersebut meliputi perpanjangan waktu Surat Penyerahan Peti Kemas (TILA) tanpa biaya tambahan, pembebasan biaya tapping gate, bantuan biaya tol, serta penyediaan konsumsi bagi sopir yang harus menunggu lama akibat antrian panjang di terminal NPCT1.
Baca Juga: Pantau Arus Balik Lebaran 2025! CEK 3 Link CCTV Ini Cara Ampuh Hindari Kemacetan
“Biaya tol kami free kan juga konsumsi untuk sopir yang mengantri di area Pelabuhan,” ungkap Drajat Sulistyo Executive Director Regional 2 PT Pelindo yang dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV pada Sabtu, 19 April 2025.
Mereka juga berupaya menjaga kelancaran operasional dan berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengatasi kemacetan.
Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab Pelindo dalam mengatasi dampak kemacetan yang disebabkan oleh lonjakan aktivitas bongkar muat setelah keterlambatan beberapa kapal asing bersandar di Pelabuhan.
Sementara itu, Kepala KSOP Utama Tanjung Priok, Takwim Masuku, membantah bahwa kemacetan disebabkan oleh kesalahan sistem di pintu masuk pelabuhan.
Takwim menjelaskan bahwa tidak ada error sistem, melainkan terdapat kendala terkait masa berlaku gate pass (TILA) sopir truk yang habis akibat terjebak di kemacetan.
Sistem masuk pelabuhan pun dialihkan menjadi manual untuk mempercepat arus kendaraan.
Singkatnya, kemacetan Tanjung Priok disebabkan oleh faktor eksternal keterlambatan kapal dan lonjakan volume bongkar muat, bukan karena kesalahan sistem di pelabuhan.***
Share this article
PT Pelindo Regional 2 telah meminta maaf atas kondisi tersebut dan akan menyiapkan kompensasi sebagai bentuk tanggung jawab.